SINAR24.COM — Samsung Galaxy Watch9 hadir dengan prosesor Snapdragon Wear Elite dan kapasitas baterai yang lebih besar dibanding generasi sebelumnya. Sayangnya, peningkatan itu tidak serta-merta memperpanjang daya tahan perangkat dalam pemakaian harian. Jam pintar ini tersedia dalam dua ukuran, 40 mm dan 44 mm, dengan harga mulai USD 80.
Samsung Galaxy Watch9 meluncur bersama Galaxy Watch Ultra2, versi jam pintar yang lebih tangguh untuk aktivitas luar ruang. Galaxy Watch9 diposisikan sebagai pilihan sehari-hari, menyasar pengguna yang menginginkan jam pintar sekaligus pelacak kebugaran dengan beragam fitur kesehatan. Perangkat ini tersedia dalam ukuran 40 mm dengan warna cream dan graphite, serta 44 mm dalam warna graphite dan silver.
Dibanding Galaxy Watch8 yang dirilis tahun lalu, pembaruan yang dibawa Watch9 terbilang moderat. Ada prosesor lebih cepat, kapasitas baterai sedikit lebih besar, dan perluasan metrik kebugaran. Harga mulai USD 80 untuk model dasar.
Prosesor Baru, Respons Lebih Mulus
Pembaruan perangkat keras utama Galaxy Watch9 terletak pada prosesornya. Samsung kini memakai platform Qualcomm Snapdragon Wear Elite yang diklaim meningkatkan performa CPU dan GPU sekaligus efisiensi daya. Dalam pengujian, jam ini merespons dengan lancar saat menggulir menu, membuka aplikasi, dan menutup notifikasi.
Sistem operasi Wear OS 7 menambah widget yang lebih bisa disesuaikan dan pembaruan langsung dari aplikasi yang kompatibel. Salah satu fitur baru yang menarik adalah raise-to-talk untuk Gemini. Angkat pergelangan tangan ke arah mulut, dan pengguna bisa langsung berbicara dengan asisten AI Google. Fitur ini sudah ada di Google Pixel Watch selama dua generasi, jadi kehadirannya di Galaxy Watch9 terbilang terlambat.
Baterai Lebih Besar, Daya Tahan Tak Berubah
Samsung menaikkan kapasitas baterai pada model 40 mm dari 325 mAh menjadi 390 mAh. Model 44 mm mendapat sel 445 mAh, naik dari 435 mAh. Namun peningkatan itu tidak berbanding lurus dengan daya tahan.
Samsung masih memperkirakan daya tahan hingga 30 jam. Dalam pemakaian nyata dengan Always-On Display aktif, rata-rata hanya sekitar 25 jam. Itu cukup untuk melewati satu hari penuh dan malam, tapi belum sampai pada titik di mana pengguna bisa lupa mengisi daya.
Pengisian ulang penuh juga memakan waktu sekitar 100 menit. Angka itu jauh lebih lama dibanding Pixel Watch 5 yang hanya butuh 45 menit untuk terisi penuh.
Bertahan di Ekosistem Samsung
Setelah dua pekan menguji model 40 mm, kesimpulan yang bisa ditarik: pengguna Galaxy Watch8 tidak perlu buru-buru beralih ke Watch9. Pembaruannya terlalu kecil untuk membenarkan upgrade dari generasi sebelumnya.
Namun bagi yang masih memakai Galaxy Watch generasi lama, atau sudah terlanjur masuk ekosistem Samsung dan mencari jam pintar, Galaxy Watch9 adalah pilihan paling masuk akal. Kombinasi jam pintar dan pelacak kebugaran ini solid, dengan fitur kesehatan yang melimpah meski sebagian metrik mungkin tidak pernah dipakai pengguna awam.
Belum ada informasi resmi soal ketersediaan dan harga Galaxy Watch9 untuk pasar Indonesia.