SINAR24.COM — Alfonso Cuaron akan pertama kali mengunjungi Korea Selatan sebagai tamu kehormatan di Busan International Film Festival (BIFF) ke-31. Sutradara peraih dua Oscar itu dijadwalkan hadir di upacara pembukaan dan sesi dialog panjang soal bahasa kamera di balik film-filmnya. Festival juga menyorot sembilan film dari sineas perempuan dan genderqueer Eropa lewat program "Europe! Voices of Women+ in Film".
Cuaron dikenal sebagai peraih dua Academy Award untuk sutradara terbaik lewat "Gravity" (2013) dan "Roma" (2018). Ia juga memegang penghargaan skenario terbaik Venice Film Festival untuk "Y Tu Mamá También" (2001) serta Golden Lion untuk "Roma".
Jejak Karier Cuaron di Hollywood
Perhatian Hollywood pertama kali tertuju pada Cuaron lewat "Y Tu Mamá También", potret masa muda dan hasrat yang ia garap dengan gaya personal. Ia kemudian membawa "Harry Potter and the Prisoner of Azkaban" (2004) ke arah visual yang lebih muram dan intim dibanding film sebelumnya di seri itu.
Pada "Children of Men" (2007), Cuaron memakai teknik long take panjang untuk menarik penonton langsung masuk ke dunia yang dilanda perang. Pendekatan kamera itulah yang bakal ia bedah dalam sesi dialog bersama penonton festival.
Festival juga menayangkan "Gravity" dalam format Imax. Film itu ditulis Cuaron bersama putranya, sineas Jonás Cuaron.
Jonás Cuaron Bawa "Campeón Gabacho" ke Busan
Karya terbaru Jonás Cuaron, "Campeón Gabacho", bakal menggelar premiere Asia di seksi World Cinema. Pemutaran itu akan dilanjutkan sesi tanya jawab bersama tim film.
Sejak menulis naskah "Gravity", Jonás membangun filmografinya sendiri lewat "Desierto" (2015) dan "Chupa" (2023). "Campeón Gabacho" dibintangi Juan Daniel García Treviño, Leslie Grace, Rubén Blades, Eddie Marsan, Rosario Dawson, dan Cheech Marin.
Film itu mengikuti kisah seorang imigran Meksiko yang membangun hidup di Amerika Serikat. Jonás memproduseri bersama ayahnya dan Gabriela Rodriguez di bawah bendera Esperanto Filmoj, dengan Nicolás Celis turut memproduseri.
Sembilan Film Sineas Perempuan Eropa
BIFF menggandeng European Film Promotion (EFP) untuk program "Europe! Voices of Women+ in Film". Program ini menyorot sembilan film terpilih lewat promosi terarah dan jaringan industri.
Lineup-nya mencakup drama periode, dokumenter, dan narasi kontemporer bertema kebebasan, memori, serta keluarga. Empat dari sembilan film merupakan debut fitur.
"Woman Unknown" garapan May el-Toukhy menjadi jangkar program ini setelah memenangi Golden Lion di Venice. El-Toukhy menjadi sineas perempuan Denmark pertama yang meraih penghargaan tersebut, sementara Mathilde Arcel membawa pulang Volpi Cup untuk aktris terbaik di film yang sama.
Deretan film lain meliputi debut Marine Atlan "La Gradiva", "Rehearsals for a Revolution" karya Pegah Ahangarani, dan "Everytime" arahan Sandra Wollner yang menang Un Certain Regard Prize di Cannes. Ada pula debut Margherita Ferrari "Föa – Once Upon a Future", "I Rarely Wake Up Dreaming" dari Isabelle Stever, "Gentle Monster" garapan Marie Kreutzer, "No Good Men" karya Shahrbanoo Sadat, dan debut Sarah Arnold "Too Many Beasts".
Sejumlah judul tambahan ikut diputar, termasuk "A Girl's Story" arahan Judith Godrèche di gala presentations. Turut hadir "My Wife Cries" karya Angela Schanelec, "Birds of War" dari Janay Boulos dan Abd Alkader Habak, "A Day in the Life of Jo: Chapter Phaedra" arahan Jacqueline Lentzou yang menang Horizons Award for Best Director di Venice, serta "Titanic Ocean" garapan Konstantina Kotzamani.
Lima Sutradara Datang Langsung ke Busan
Lima sutradara dari program ini akan terbang ke Busan untuk mempresentasikan karya mereka: el-Toukhy, Godrèche, Ferrari, Lentzou, dan Kotzamani. Godrèche juga ambil bagian dalam sesi Cine Class bertajuk "Women, Rewriting the Screen".
BIFF dan EFP bakal menggelar panel Talk-to-Talk "Women Directors: Taking the Scene". Panel itu mempertemukan Ferrari, el-Toukhy, dan Lentzou dengan sutradara Iran Marjan Khosravi, sineas China Michelle Zhou, dan sutradara Afghanistan Zainab Entezar.
Programmer BIFF Seo Seunghee menyebut pihaknya melihat sutradara perempuan Eropa makin menonjol di antara judul-judul terkuat yang dipertimbangkan tahun ini, baik dari sisi jumlah maupun kualitas.
"Moreover, the fact that four of the nine invited films are feature debuts is also an indicator of the generational shift taking place in European cinema," kata Seo. "Our ongoing collaboration with EFP has become a reliable channel for discovering and validating outstanding films and filmmakers, and the results are fully reflected in this year's lineup."
Direktur pelaksana EFP Irina Ignatiew-Lemke menyatakan inisiatif ini membuat EFP dan organisasi anggotanya bergabung memberi visibilitas internasional lebih besar bagi suara-suara Eropa yang khas.
"Busan is an important platform for bringing these filmmakers and their works into dialogue with audiences and industry professionals in Asia," ujarnya. "By combining the festival's selection with EFP's targeted promotion and networking, we are proud to support underrepresented voices and create opportunities for the next generation of women+ filmmakers."
Program ini berjalan bersama BIFF, Sydney Film Festival, dan Festival do Rio, dengan dukungan Creative Europe – MEDIA Programme dari Uni Eropa.