Kader PAN Potong Gaji Kumpulkan Rp 8 Miliar untuk Korban Merapi dan Karhutla

Kader PAN Potong Gaji Kumpulkan Rp 8 Miliar untuk Korban Merapi dan Karhutla
Kader PAN Potong Gaji Kumpulkan Rp 8 Miliar untuk Korban Merapi dan Karhutla

SINAR24.COM — Kader Partai Amanat Nasional dari tingkat pusat hingga kabupaten/kota menyisihkan sebagian gaji mereka dan terkumpul Rp 8 miliar untuk korban bencana Gunung Merapi serta kebakaran hutan dan lahan. Penggalangan dana itu diumumkan langsung oleh Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dalam puncak perayaan ulang tahun partai di Jakarta.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan menyampaikan terima kasih kepada seluruh kader yang bersedia gajinya dipotong untuk membantu warga terdampak bencana. Ucapan itu disampaikan saat perayaan Hari Ulang Tahun ke-28 PAN di Gedung Jakarta International Convention Center, Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Dana yang terkumpul mencapai Rp 8 miliar. Zulkifli menyebut sumbangan itu berasal dari anggota DPR PAN di tingkat pusat, provinsi, kabupaten, hingga kota.

"Kader PAN! Saya mengucapkan terima kasih kepada anggota DPR PAN, baik pusat, provinsi, kabupaten, kota. Alhamdulillah telah terkumpul dari gaji-gaji yang dipotong sebanyak Rp 8 miliar. Untuk diberikan bantuan kepada saudara-saudara kita yang terkena musibah Gunung Merapi maupun karhutla. Insyaallah bermanfaat," kata Zulhas dalam sambutannya.

Sasaran Bantuan: Korban Erupsi Merapi dan Karhutla

Bantuan diarahkan kepada warga yang terdampak erupsi Gunung Merapi dan kebakaran hutan serta lahan di sejumlah daerah. Zulkifli menyebut penyaluran itu sebagai bentuk kepedulian partai terhadap korban musibah.

Menteri Koordinator Bidang Pangan itu menegaskan PAN tetap berpegang pada kebersamaan, kesetiaan, loyalitas, dan komitmen perjuangan. Menurut dia, langkah tersebut bukan semata kalkulasi politik.

"Ini bukan hanya kalkulasi politik, bukan hanya ingin membentuk pemerintahan," ujarnya.

Alasan PAN Menyatakan Sejalan dengan Presiden

Zulkifli menyatakan dirinya bersama kader PAN berkomitmen mendukung visi perjuangan yang digagas Presiden. Dia menyebut ada persamaan nilai, khususnya menyangkut Pasal 33 dan 34 Undang-Undang Dasar 1945 tentang kedaulatan bangsa.

"Karena ada persamaan nilai perjuangan dan cita-cita dalam membangun negara untuk mewujudkan kedaulatan bangsa, khususnya Pasal 33-34, Pak. Seperti mengenai Pasal 33. Komitmen itu yang kita pegang," ucapnya.

Sorotan pada Nasib Nelayan dan Petani

Dalam pidatonya, Zulkifli menyinggung perjuangan pemerintah untuk kesejahteraan petani dan nelayan. Dia menyebut keberpihakan itu menjadi nilai yang dipegang PAN bersama Presiden.

"Ini ada petani, nelayan yang sedang Presiden bela perjuangannya. Baik pupuknya, irigasi, dan lain-lain. Keberpihakan ini menjadi nilai yang dipegang PAN bersama Presiden," tambahnya.

Zulkifli memaparkan data bahwa nelayan Indonesia masih berada pada desil 1 sampai 4. Nilai tukar petani padi, menurut dia, berada di angka 129.

"Dari 100 bisa untung 29 persen petani padi. Tapi nelayan, itu 103. Artinya dari 100 pokok, dia hanya dapat 3, Pak, nelayan kita kalau enggak dibantu, tidak bisa makan, tidak bisa menyekolahkan anaknya karena nelayan masih lemah dan menderita," ujarnya.

Klaim Pencurian Ikan dan Harapan Kampung Nelayan

Zulkifli menuding kekayaan laut Indonesia bertahun-tahun diambil nelayan asing. Dia mengutip keterangan Menteri Kelautan bahwa pencurian ikan berlangsung hampir 200 tahun.

"Ikan kita dicuri oleh nelayan-nelayan kuat dari negara luar. Tiap tahun ikan kita dicuri, hampir 200 tahun lebih, kata Menteri Kelautan. Kenapa? Karena nelayan-nelayan kita lemah," katanya.

Dia berharap program kampung nelayan yang digulirkan pemerintah dapat mengangkat kesejahteraan mereka. Zulkifli menutup sambutannya dengan menyatakan PAN akan tetap berada di barisan Presiden.

"Alhamdulillah. Dengan keberpihakan Negara kepada nelayan-nelayan Indonesia melalui kampung nelayan, kami optimis untuk selalu berada di barisan Presiden," tutup Zulhas.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index