Operasi SAR 10 Hari Dihentikan, Menpora Erick Minta Pemantauan Selat Sunda Berlanjut

Operasi SAR 10 Hari Dihentikan, Menpora Erick Minta Pemantauan Selat Sunda Berlanjut

SINAR24.COM — Tim SAR gabungan resmi menghentikan operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak KM Arupadhatu I setelah 10 hari penyisiran tanpa hasil di perairan Selat Sunda. Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyampaikan empati mendalam kepada keluarga korban dan berharap pemantauan wilayah tetap dilakukan untuk menangkap peluang informasi baru.

Selama operasi, tim SAR menyisir jalur darat, laut, dan udara. Hingga operasi dihentikan, tidak ada tanda-tanda keberadaan kapal maupun delapan orang di dalamnya.

Penyisiran Tiga Jalur Tanpa Titik Terang

Penyisiran darat, laut, dan udara digelar selama 10 hari. Delapan orang yang berada di dalam kapal tidak ditemukan hingga batas waktu operasi berakhir.

Keputusan penghentian diambil sesuai prosedur SAR. Pemerintah memastikan perhatian terhadap keberadaan para korban tidak ikut berhenti.

Empati Menpora untuk Keluarga Korban

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyampaikan empati mendalam kepada keluarga lima jurnalis dan tiga awak kapal. Ia mengakui keputusan itu berat bagi keluarga yang terus menunggu kabar.

"Setelah sepuluh hari pencarian, tentu keputusan ini bukan sesuatu yang mudah bagi siapa pun, terutama bagi keluarga yang sejak awal terus menunggu kabar dan berharap orang-orang yang mereka cintai dapat kembali," ujar Erick.

"Atas nama pribadi dan Kementerian Pemuda dan Olahraga, saya menyampaikan doa dan empati yang sedalam-dalamnya kepada keluarga lima jurnalis dan tiga awak kapal. Kami memahami bahwa sampai hari ini masih ada harapan dan doa yang terus dipanjatkan," katanya.

Pemantauan Diminta Terus Berjalan

Erick menegaskan penghentian operasi bukan berarti perhatian terhadap keberadaan para jurnalis dan awak kapal berhenti. Ia berharap pemantauan di perairan Selat Sunda tetap membuka peluang munculnya informasi baru.

"Pencarian memang dihentikan sesuai prosedur, tetapi doa dan harapan kita tidak boleh berhenti. Kita berharap pemantauan tetap dilakukan dan apabila ada informasi atau petunjuk baru, tentu dapat segera ditindaklanjuti sesuai kewenangan yang ada," ujarnya.

"Kita semua masih berharap kabar baik itu datang," tambah Erick.

Keselamatan Insan Pers Jadi Sorotan

Erick kembali menekankan pentingnya keselamatan insan pers saat menjalankan tugas. Menurutnya, jurnalis berperan penting menghadirkan informasi bagi masyarakat, termasuk di situasi berisiko tinggi.

"Jurnalis menjalankan tugas penting untuk masyarakat. Mereka pergi membawa tanggung jawab untuk menghadirkan informasi kepada publik. Keselamatan mereka juga menjadi tanggung jawab dan perhatian kita bersama," tutur Erick.

Lima jurnalis dan tiga awak KM Arupadhatu I hilang kontak di Selat Sunda ketika meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Penghentian operasi menutup fase pencarian, tetapi membuka ruang bagi pemantauan lanjutan bila petunjuk baru muncul.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index