SINAR24.COM — TNI Angkatan Laut memilih Teluk Ratai di Kabupaten Pesawaran, Lampung, sebagai lokasi pangkalan kapal induk karena kedalaman perairannya mencapai sekitar 8 meter. Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Muhammad Ali menyatakan kondisi geografis dan akses navigasi di kawasan itu dinilai paling memungkinkan untuk menampung kapal besar. Lampung dipastikan bukan satu-satunya lokasi yang disiapkan.
Faktor utama yang disebut Ali adalah kedalaman laut di dermaga. Menurutnya, draft atau sarat air kapal di lokasi tersebut mencapai sekitar 8 meter sehingga cukup untuk kapal induk bersandar.
Kedalaman 8 Meter Jadi Pertimbangan Utama
"Lampung ini kenapa kita pilih karena dia situasi geografisnya sangat memungkinkan, kedalamannya juga cukup. Draf-nya ini sekitar 8 meter, jadi di sana cukup," kata Ali.
Selain soal kedalaman, Ali menilai posisi Lampung strategis. Akses navigasi menuju kawasan itu dinilai bagus dan perairannya relatif terlindung.
"Akses navigasinya juga bagus, agak terlindung juga. Mungkin itu yang jadi pilihan," ungkapnya.
Bukan Satu-satunya Lokasi Pangkalan
Ali memastikan Teluk Ratai tidak akan menjadi satu-satunya tempat kapal induk bersandar. TNI AL telah menyiapkan sejumlah pangkalan lain di lokasi berbeda.
Pernyataan itu menegaskan bahwa pembangunan pangkalan di Lampung merupakan bagian dari rencana yang lebih luas. Belum ada keterangan resmi soal berapa banyak lokasi yang disiapkan maupun jadwal pembangunannya.
Giuseppe Garibaldi dan Kesiapan Alutsista Baru
Peninjauan kapal induk Giuseppe Garibaldi menjadi latar pengumuman tersebut. Kapal itu memiliki kesamaan dengan dua KRI baru milik TNI AL, yakni KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321.
Ketiganya dibuat oleh perusahaan asal Italia, Fincantieri. Kapal induk Giuseppe Garibaldi memiliki panjang 180,2 meter dan digerakkan mesin super yang mampu melaju hingga 30 knot atau setara 56 kilometer per jam.
Kapal pengangkut pesawat tempur itu dilengkapi sejumlah radar jamming hingga persenjataan. Di antaranya peluncur Oktupel Mk.29 untuk rudal antipesawat sea sparrow/selenia aspide, Oto Melara Kembar 40L70 DARDO, tabung torpedo rangkap tiga 324 milimeter, dan Otomat Mk 2 SSM.
Dampak bagi Pengembangan Kekuatan Laut
Pemilihan pangkalan kapal induk di perairan Lampung menyangkut kesiapan infrastruktur pertahanan laut Indonesia ke depan. Kedalaman dermaga menjadi syarat teknis yang tidak bisa ditawar karena menentukan jenis kapal yang bisa berlabuh.
Pemerintah belum merinci anggaran maupun tahapan pembangunan pangkalan di Teluk Ratai. TNI AL juga belum menyebut kapan fasilitas itu mulai beroperasi.