SINAR24.COM — Mayjen TNI (pur) Dr. H. Ahmad Yani Basuki, M.Si kembali menakhodai Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (PP IPHI) untuk periode 2026-2031. Mantan perwira itu terpilih secara aklamasi setelah 23 pengurus wilayah dan 47 pengurus daerah yang memiliki hak suara menyatakan setuju atas pencalonannya dalam Muktamar VIII di Jakarta.
Muktamirin IPHI menetapkan Ahmad Yani sebagai Ketua Umum terpilih tanpa melalui pemungutan suara berkompetisi. Sidang dipimpin Hj. Nurhasanah, yang kemudian mengesahkan hasil pencalonan tersebut.
Muktamar VIII IPHI berlangsung di Hotel Maxone, Jalan Wachid Hasyim, Jakarta. Forum itu dihadiri 23 pengurus wilayah, 47 pengurus daerah, dewan pembina, dewan pengarah, serta sejumlah undangan dan organisasi masyarakat Islam.
Konsolidasi dan Asta Cita Jadi Arah Kepemimpinan
Dalam visi-misinya sebelum ditetapkan, Ahmad Yani menyatakan komitmen mendahulukan konsolidasi organisasi. Arah itu ia sejajarkan dengan semangat pemerintahan yang mengusung asta cita menuju Indonesia Emas 2045.
Purnawiran berpangkat mayor jenderal itu juga merespons harapan Kepala BRIN Prof Arif Satria. Dalam keynote speech-nya, Arif mendorong IPHI berkolaborasi memperkuat jaringan energi dan air.
Dorongan Perbaikan Layanan Haji dan Usulan Embarkasi Baru
Di bidang perhajian, IPHI akan mendorong pemerintah meningkatkan kualitas pembinaan petugas haji. Organisasi itu juga menyoroti pentingnya pembinaan bagi para alumni haji.
Muktamar merekomendasikan pemerintah membuka bandara lain sebagai embarkasi penuh. Usulan itu dinilai bisa menghemat biaya sekaligus menjaga kesehatan jamaah haji.
Selain menetapkan kembali Ahmad Yani, forum menyusun formatur kepengurusan. Ahmad Yani dinyatakan sebagai ketua formatur, dibantu Abidinsyah Siregar, Thobroni Harun dari Lampung, Muhammad Haris dari Jawa Tengah, dan Anwar Pua Geno dari NTT.
Soliditas Organisasi dan Harapan dari Daerah
Perwakilan dari Bangka Belitung, Andi Kusuma, menyatakan IPHI telah menjaga kesinambungan kepemimpinan selama dua dekade. Menurutnya, dinamika internal tidak memecah soliditas peserta muktamar.
"Kami dari Bangka Belitung mengikuti terus perkembangan IPHI 20 tahun lalu. Ternyata pertaliannya atau sanadnya nyambung terus, sehingga inilah kepemimpinan organisasi IPHI yang terjaga, meski kita tahu ada dinamika di dalamnya, tapi kami yang hadir tetap solid bahkan sebaiknya kita kembali bersatu menjadikan IPHI sebagai rumah besar persaudaraan haji merawat haji mabrur," kata Andi Kusuma.
Sebelum rangkaian muktamar, acara makan malam dan silaturahmi turut dihadiri pengurus MUI serta sejumlah ormas Islam lain. Kehadiran itu menegaskan posisi IPHI sebagai simpul persaudaraan haji lintas kelompok.
Dengan komposisi formatur yang sudah terbentuk, penyusunan kepengurusan periode 2026-2031 menjadi agenda berikutnya. Rekomendasi soal embarkasi dan pembinaan petugas haji akan menjadi ujian awal apakah kepemimpinan aklamasi ini mampu mendorong perubahan di layanan haji nasional.