SINAR24.COM — Tim Disaster Victim Identification Polda Kalimantan Selatan menuntaskan identifikasi seluruh korban meninggal KM Virgo Transport 8 yang berhasil ditemukan tim SAR gabungan. Dari 117 korban yang ditemukan, 108 orang selamat dan sembilan lainnya meninggal dunia, sementara 126 orang masih dalam pencarian.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan telah menerima lebih dari 100 data antemortem dari keluarga korban KM Virgo Transport 8. Data itu dikumpulkan melalui Posko Antemortem di Pelabuhan Trisakti dan sejumlah rumah sakit di Banjarmasin.
Anggota Tim DVI Polda Kalsel, dokter Supriadi, meminta keluarga korban yang belum menyerahkan informasi segera melapor. Menurut dia, data tambahan diperlukan untuk mempercepat proses identifikasi, terutama jika muncul temuan korban baru.
"Keluarga korban yang belum memberikan informasi terkait keluarga atau korban yang hilang, termasuk jika ada korban temuan baru, bisa segera menyampaikan data-data di Posko Ante Mortem kami di Pelabuhan Trisakti dan di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin," kata Supriadi di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Sabtu (19/9) malam, dikutip dari Antara.
Sembilan Korban Meninggal Sudah Teridentifikasi
Pada Sabtu (19/9), tim DVI berhasil mengidentifikasi tiga korban meninggal dunia. Sebelumnya, enam korban lain telah lebih dulu teridentifikasi sehingga seluruh korban meninggal yang ditemukan tim SAR gabungan kini sudah memiliki identitas.
Basarnas mencatat, hingga hari ketujuh operasi SAR pukul 21.00 Wita, sebanyak 117 korban telah ditemukan. Rinciannya, 108 orang selamat dan sembilan orang meninggal dunia.
Dari total 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8, masih ada 126 orang yang belum ditemukan. Pencarian terhadap mereka terus berlanjut di perairan Laut Jawa.
Kronologi Tenggelamnya KM Virgo Transport 8
KM Virgo Transport 8 berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sejak 12 September 2026. Kapal itu dilaporkan mengalami cuaca buruk dan hilang kontak pada 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 Wita.
Pada hari yang sama, kapal ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa. Sejak itu, tim SAR gabungan dikerahkan untuk mencari korban yang belum ditemukan.
Keluarga korban yang belum melapor diminta memanfaatkan posko antemortem yang telah disiapkan. Data yang dikumpulkan mencakup ciri fisik, dokumen identitas, hingga informasi medis untuk mencocokkan dengan korban yang ditemukan.