SINAR24.COM — Hisense U6SF Pro unggul tipis atas Sony Bravia 3 II dalam perbandingan TV LED terjangkau 2026, terutama karena panel Mini-LED-nya hampir dua kali lebih terang saat menampilkan konten HDR. Di harga AS, versi 65 inci U6SF Pro dijual USD 699 sementara Bravia 3 II USD 899 di Best Buy — selisih USD 200 yang membuat Hisense lebih masuk akal untuk mayoritas pembeli. Tapi Bravia 3 II tetap punya alasan kuat untuk dibeli kalau kamu punya banyak konsol game.
Dua TV ini sama-sama mengisi segmen LED terjangkau 2026, tapi pendekatannya berbeda. Sony Bravia 3 II mengandalkan pemrosesan gambar XR Processor di atas panel direct-LED tanpa local dimming. Hisense U6SF Pro memasang backlight Mini-LED dengan local dimming, sesuatu yang biasanya baru muncul di TV kelas lebih mahal.
Perbandingan ini merujuk pada pengujian yang dilakukan Tom's Guide terhadap kedua unit. Semua angka brightness, latensi, dan cakupan gamut di bawah diambil dari hasil tes tersebut, bukan klaim pabrikan.
Spesifikasi: Empat HDMI 2.1 Sony vs Refresh Rate 144Hz Hisense
- Ukuran layar: Bravia 3 II tersedia 43"–100"; U6SF Pro hanya 55"–100"
- Port HDMI: Bravia 3 II 4x HDMI 2.1; U6SF Pro 2x HDMI 2.1 + 2x HDMI 2.0
- Refresh rate: Bravia 3 II 120Hz; U6SF Pro 144Hz
- HDR: Bravia 3 II (Dolby Vision, HDR10, HLG); U6SF Pro (Dolby Vision, HDR10+, HDR10, HLG)
- Sistem operasi: Bravia 3 II Google TV; U6SF Pro Fire TV
- Chipset: Bravia 3 II XR Processor; U6SF Pro Hi-View AI Engine
Keunggulan paling nyata Bravia 3 II ada di port. Keempat HDMI-nya kompatibel HDMI 2.1 penuh dan semuanya bisa menerima sinyal 4K 120Hz — spesifikasi tertinggi yang didukung konsol generasi sekarang. Sebelum ini, sulit menemukan TV Sony dengan lebih dari dua port bandwidth tinggi.
U6SF Pro menawarkan 144Hz, sedikit lebih longgar untuk yang mau menyambungkan PC gaming. Tapi hanya dua dari empat port-nya yang mendukung fungsi tersebut. Untuk pengguna konsol murni, port Bravia 3 II lebih siap pakai.
Desain: Sama-Sama Fungsional, Beda di Remote dan Subwoofer
Dua-duanya bukan TV yang didesain untuk pamer. Panel Bravia 3 II tebalnya mendekati tiga inci, jadi jangan harap tampilan ramping. U6SF Pro tidak jauh lebih tipis.
Bagian belakang U6SF Pro lebih banyak detail garis dan lekukan, plus subwoofer built-in yang menurut reviewer Tom's Guide Dylan Haas cukup mengisi suara TV. Bravia 3 II tidak punya subwoofer, tapi memberi ruang lebih untuk soundbar di bawah layar.
Remote Bravia 3 II lebih nyaman digenggam dan dipakai dibanding remote U6SF Pro. Secara keseluruhan, kualitas build keduanya seimbang — tidak terasa murah, tapi juga tidak istimewa.
Performa: Mini-LED U6SF Pro Hampir Dua Kali Lebih Terang untuk HDR
- Brightness SDR (10%): Bravia 3 II 352 nit; U6SF Pro 358 nit
- Brightness HDR (10%): Bravia 3 II 520 nit; U6SF Pro 1.265 nit
- Delta-E (makin rendah makin akurat): Bravia 3 II 2,1; U6SF Pro 1,6
- Cakupan UHDA-P3: Bravia 3 II 94,62%; U6SF Pro 96,1%
- Cakupan Rec.2020: Bravia 3 II 74,06%; U6SF Pro 75,12%
- Input latency: Bravia 3 II 9,8 ms; U6SF Pro 9,3 ms
Selisih brightness HDR-nya besar: 520 nit versus 1.265 nit. Penyebabnya jelas — U6SF Pro memakai array Mini-LED dengan local dimming multi-zona, sedangkan Bravia 3 II masih direct-LED tanpa local dimming sama sekali.
Efeknya bukan cuma angka. Level hitam U6SF Pro lebih dalam, kontras lebih rapat, dan hasilnya terasa lebih sinematik. Warna juga tampil lebih cerah karena tambahan luminansi tersebut.
Bravia 3 II tidak jelek. Pemrosesan Sony tetap unggul di motion handling dan upscaling, khas reputasi Bravia. Tapi layar yang hanya setengah kecerahan U6SF Pro berisiko terlihat datar di ruangan terang atau saat menonton konten HDR.
Sistem Operasi: Google TV Lengkap, Fire TV Lebih Ribet
Bravia 3 II berjalan di Google TV. Antarmukanya rapi, koleksi aplikasinya luas, dan meski banyak iklan di home screen, kamu masih bisa memprioritaskan aplikasi favorit. Fitur gaming lengkap: VRR, ALLM, IMAX Enhanced, plus Chromecast.
U6SF Pro memakai Fire TV, bukan Google TV seperti kebanyakan TV Hisense arus utama 2026. Pengalaman Fire TV dianggap masih menyebalkan — kadang lambat membuka aplikasi dan antarmukanya kurang rapi dibanding Google TV atau Roku. Pengguna perangkat Alexa di rumah akan lebih memanfaatkannya.
Fitur gaming U6SF Pro setara: VRR, ALLM, IMAX Enhanced, plus AMD FreeSync Premium Pro. Kalau saja port HDMI 2.1-nya sama banyak dengan Bravia 3 II, U6SF Pro akan jadi TV gaming yang lebih baik.
Kelebihan dan Kekurangan
Hisense U6SF Pro
- Kelebihan: brightness HDR hampir dua kali Bravia 3 II, local dimming Mini-LED, akurasi warna lebih baik (Delta-E 1,6), refresh rate 144Hz, harga lebih murah USD 200
- Kekurangan: hanya 2 port HDMI 2.1, pilihan ukuran lebih sedikit, Fire TV kurang nyaman, remote kurang enak dipakai
Sony Bravia 3 II
- Kelebihan: 4 port HDMI 2.1 penuh, pilihan ukuran mulai 43 inci, Google TV, pemrosesan gambar Sony untuk motion dan upscaling, remote lebih nyaman
- Kekurangan: tanpa local dimming, brightness HDR hanya 520 nit, panel tebal hampir 3 inci, harga USD 200 lebih mahal
Verdict: Siapa Sebaiknya Beli yang Mana
Skor akhir Tom's Guide menempatkan U6SF Pro di 87/100 dan Bravia 3 II di 85/100. Selisihnya tipis, tapi arahnya jelas: U6SF Pro lebih aman untuk mayoritas pembeli karena layarnya jauh lebih terang.
Bravia 3 II baru masuk akal kalau kamu punya beberapa konsol game sekaligus, menghargai detail motion handling dan upscaling Sony, dan sebagian besar menonton di siang hari di ruangan yang tidak terlalu terang. Kombinasi itu cukup sempit.
Untuk harga AS, U6SF Pro 65 inci USD 699 dan Bravia 3 II 65 inci USD 899 di Best Buy. Belum ada informasi harga resmi Indonesia untuk kedua model ini, jadi angka tersebut belum bisa dijadikan patokan langsung untuk pasar lokal.