UMKM

Kurasi UMKM DIY Perkuat Akses Pasar Dan Daya Saing

Kurasi UMKM DIY Perkuat Akses Pasar Dan Daya Saing
Kurasi UMKM DIY Perkuat Akses Pasar Dan Daya Saing

JAKARTA - Upaya memperluas akses pasar UMKM terus diperkuat melalui pendekatan terstruktur dan terukur. 

Salah satu langkah nyata dilakukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Kurasi UMKM se-DIY 2026.

Kegiatan ini digelar di Bangsal Mataram, Kantor Perwakilan BI DIY, dan menjadi momentum seleksi sekaligus pemetaan kualitas pelaku usaha. Kurasi diikuti 66 UMKM dari berbagai subsektor unggulan.

Rinciannya terdiri dari 35 UMKM kategori fashion dan 31 UMKM kategori food yang sebelumnya telah melalui proses rekomendasi dari berbagai pemangku kepentingan.

Sinergi Lintas Lembaga Dalam Seleksi UMKM

Proses kurasi melibatkan kolaborasi lintas lembaga sebagai bentuk penguatan ekosistem UMKM. Rekomendasi peserta berasal dari Dinas Koperasi dan UKM tingkat DIY maupun kabupaten dan kota.

Selain itu, Dekranasda DIY dan Indonesian Fashion Chamber DIY turut berperan aktif dalam menjaring UMKM potensial. Sinergi ini memastikan proses seleksi berjalan objektif dan menyeluruh.

Dengan keterlibatan banyak pihak, UMKM yang terpilih dinilai memiliki kesiapan produk dan potensi pasar untuk dikembangkan lebih lanjut.

Penguatan Kapasitas Pendamping UMKM Bersertifikasi

Sebelum pelaksanaan kurasi, penguatan sumber daya manusia dilakukan melalui sertifikasi kurator UMKM. Sebanyak 19 pendamping UMKM mengikuti Sertifikasi Kurator UMKM BNSP.

Peserta sertifikasi berasal dari Dinas Koperasi dan UKM kabupaten dan kota se-DIY, Dekranasda DIY, IFC DIY, serta pegawai KPwBI DIY. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari.

Sertifikasi bertujuan meningkatkan kompetensi pendamping dalam mengurasi UMKM potensial sekaligus memberikan pendampingan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

UMKM Sebagai Tulang Punggung Perekonomian Nasional

Pada pembukaan Kurasi UMKM se-DIY 2026, Kepala KPwBI DIY Sri Darmadi Sudibyo menegaskan posisi strategis UMKM dalam perekonomian Indonesia.

Jumlah UMKM nasional mencapai 64,2 juta unit dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 61,07 persen atau senilai Rp8.574 triliun. UMKM juga menyerap 97 persen tenaga kerja.

Atas dasar tersebut, kurasi tahun ini mengusung tema “Nyawiji: Memayu Hayuning Karyo, Mulyaning Bangsa” yang menekankan kolaborasi lintas lembaga demi kemakmuran bangsa.

Kurator Nasional Dan Akses Program Unggulan

Untuk menjaga kualitas asesmen, KPwBI DIY menghadirkan kurator nasional di bidang fashion dan food. Kurasi fashion dilakukan oleh Wignyo Rahadi.

Sementara untuk kategori food, asesmen dilakukan oleh Chef Raden Muhamad Suherman. Penilaian dilakukan melalui observasi sampel produk dan wawancara mendalam.

Seluruh peserta kurasi secara otomatis memperoleh kesempatan mengikuti berbagai program unggulan KPwBI DIY sepanjang tahun.

Persiapan UMKM Hadapi Pasar Lebih Luas

Program yang dapat diikuti peserta antara lain Onboarding UMKM, IKRA, Grebeg UMKM, JIFFINA, Jogja Coffee Week, hingga Festival Ekonomi Syariah Jawa.

Selain itu, UMKM juga berkesempatan mengikuti Karya Kreatif Indonesia, Indonesia Sharia Economic Festival, Indonesia International Furniture Expo, serta berbagai kegiatan peningkatan kapasitas.

Kurasi UMKM DIY 2026 juga menjadi tahap awal untuk menentukan UMKM terbaik yang berpotensi diikutsertakan dalam kurasi IKRA Nasional 2026.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index