SINAR24.COM — Samsung dikabarkan bakal menyerahkan produksi DRAM standar ke mitra pihak ketiga dan mengalihkan kapasitas pabriknya untuk HBM. Langkah ini muncul saat kebutuhan memori berbandwidth tinggi untuk GPU dan akselerator AI di pusat data terus melonjak. Bagi pengguna PC, pergeseran itu berpotensi menekan pasokan DDR4 dan DDR5 sekaligus mendorong harga memori konvensional naik.
Laporan media Korea Selatan The Elec menyebut Samsung tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah mitra pihak ketiga untuk memproduksi DRAM miliknya. Kapasitas pabrik yang sebelumnya dipakai membuat DRAM standar akan dialihkan ke lini HBM.
HBM dipilih karena nilai jualnya lebih tinggi dan proses produksinya jauh lebih rumit dibanding DRAM biasa. Samsung pun sedang mengejar SK hynix yang lebih dulu menguasai pasar HBM.
Mengapa Kapasitas DRAM Standar Bisa Tergerus
Permintaan memori untuk AI meningkat tajam dalam beberapa waktu terakhir. HBM menawarkan bandwidth sangat besar dan sudah menjadi komponen wajib pada GPU serta akselerator AI di pusat data.
DRAM yang sama dipakai untuk merakit memori seperti DDR4 dan DDR5. Kalau kapasitas produksi berkurang sementara permintaan tetap tinggi, pasokan DRAM konvensional ikut tertekan.
Jumlah pemain di segmen ini juga semakin sedikit. Kondisi itu membuka peluang harga DRAM melambung jauh dari kewajaran.
Siapa Mitra yang Disebut Bakal Kebagian Order
Perakitan modul DRAM tergolong lebih sederhana dibanding packaging HBM. Karena itu, produksinya bisa diperbesar lewat mitra seperti Hanyang Digitech, SFA Semicon, dan Dreamtech.
Skema ini memungkinkan Samsung tetap memenuhi permintaan DRAM umum tanpa harus mengorbankan lini HBM yang tengah dikejar. Beban produksi bergeser ke pihak ketiga, sementara pabrik internal fokus ke produk bernilai tinggi.
Dampak ke Harga Memori di Pasar Ritel
Pengguna PC aktif adalah pihak yang paling cepat merasakan efeknya. Kenaikan harga DDR4 dan DDR5 biasanya muncul lebih dulu di pasar ritel sebelum merembet ke perangkat jadi.
Belum ada konfirmasi resmi dari Samsung soal rencana pengalihan seluruh produksi DRAM ini. Pihak perusahaan juga belum merinci berapa kapasitas yang akan dipindahkan ke mitra.
Kalau laporan itu benar, Samsung pada dasarnya mengurangi porsi produksi memori umum demi mengejar pasar AI. Keputusan serupa dari produsen lain berpotensi memperketat persaingan di segmen DRAM konvensional.