Istana Dukung Penuh Langkah Polri Usut Kasus Korupsi Tiga BUMN

Istana Dukung Penuh Langkah Polri Usut Kasus Korupsi Tiga BUMN
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

JAKARTA - Istana Kepresidenan menyatakan sikap menghormati seluruh langkah hukum yang tengah berjalan oleh aparat penegak hukum, khususnya Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), dalam menuntaskan perkara tindak pidana korupsi.

"Kita semua menghormati setiap proses hukum yang sedang dilaksanakan oleh aparat penegak hukum (APH), dalam hal ini Kepolisian," kata Prasetyo dalam pernyataan tertulis kepada wartawan di Jakarta, Jumat.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengingatkan semua pihak untuk memegang teguh asas praduga tak bersalah. Hal ini diperlukan agar tidak muncul spekulasi merugikan selama proses hukum berjalan. Dia menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto memegang komitmen tinggi dalam memberantas korupsi sejak awal masa jabatan.

Presiden disebut telah berulang kali meminta seluruh jajaran pemerintahan, utamanya aparat negara, agar segera berbenah diri sebelum aparat penegak hukum mengambil tindakan. Masalah korupsi dinilai Presiden Prabowo sebagai salah satu tantangan paling berat yang dihadapi oleh negara saat ini.

"Bapak Presiden, sebagai Kepala Negara sekaligus Kepala Pemerintahan, terus menegaskan bahwa korupsi merupakan salah satu pekerjaan rumah terbesar bangsa ini," ucapnya.

Menurut Prasetyo, hambatan dalam memberantas korupsi tidak boleh membuat pemerintah patah arang. Langkah perbaikan sistem tata kelola, penguatan integritas, serta perwujudan birokrasi yang bersih akan terus diupayakan demi kemajuan bersama.

Mensesneg juga menggarisbawahi pentingnya menjaga ketertiban, stabilitas, serta rasa persatuan di tengah masyarakat agar segala kendala nasional bisa dituntaskan secara gotong royong.

"Yang tidak kalah penting adalah menjaga kondusivitas, stabilitas, dan persatuan sebagai sesama anak bangsa. Hanya dengan suasana yang aman, bersatu, dan saling percaya, kami dapat menyelesaikan berbagai persoalan bangsa serta mempercepat pelaksanaan program-program pembangunan demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia," pungkasnya.

Di sisi lain, tim gabungan dari Kortastipidkor Polri bersama Polda Metro Jaya baru saja menggeledah 13 titik di area Jakarta dan sekitarnya. Operasi ini berkaitan dengan penyidikan dugaan korupsi dan pencucian uang yang menyeret PT PLN (Persero), PT Asabri (Persero), serta PT Krakatau Steel.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan bahwa rangkaian operasi lapangan tersebut merupakan upaya terukur petugas untuk menghimpun barang bukti baru.

"Ini bagian dari kegiatan penggeledahan yang dilakukan oleh tim gabungan," ucapnya pada Rabu (8/7).

Dalam perkembangan terakhir pada hari Jumat, tim penyidik mengamankan bundelan dokumen serta perangkat komputer dari sebuah ruko kosong di Cipete, Jakarta Selatan. Lokasi tersebut menjadi titik ke-13 yang digeledah oleh petugas.

Penyisiran ruko ini dilakukan setelah polisi mengembangkan informasi dari keterangan saksi, hasil gelar perkara, dan evaluasi terhadap 12 lokasi sebelumnya. Petugas menyatakan siap membuka peluang penggeledahan di lokasi baru dan berjanji terus transparan mengawal kasus ini.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index