Cimory

Cimory Dirikan Anak Usaha Baru, Perkuat Strategi Ekspansi dan Pertumbuhan Bisnis Jangka Panjang

Cimory Dirikan Anak Usaha Baru, Perkuat Strategi Ekspansi dan Pertumbuhan Bisnis Jangka Panjang
Cimory Dirikan Anak Usaha Baru, Perkuat Strategi Ekspansi dan Pertumbuhan Bisnis Jangka Panjang

JAKARTA - Langkah korporasi kembali diambil PT Cisarua Mountain Dairy Tbk. (CMRY) sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang.

Emiten produsen makanan dan minuman ini resmi membentuk entitas anak baru yang diharapkan mampu menunjang pengembangan usaha perseroan ke depan. Pendirian anak usaha tersebut menandai keseriusan Cimory dalam mempersiapkan struktur bisnis yang lebih solid seiring dinamika industri dan peluang pasar yang terus berkembang.

Informasi pendirian entitas baru ini telah disampaikan kepada otoritas terkait sesuai ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku di pasar modal. Manajemen menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi internal perusahaan dan tidak membawa dampak negatif terhadap kinerja maupun kondisi keuangan perseroan.

Langkah Korporasi untuk Mendukung Rencana Jangka Panjang

Sekretaris Perusahaan CMRY, Dinar Primasari, menyampaikan bahwa perseroan telah menyampaikan laporan resmi kepada regulator terkait pembentukan anak usaha tersebut. “Perseroan telah menyampaikan laporan informasi kepada otoritas sehubungan dengan pendirian anak usaha baru tersebut,” ujar Dinar.

Pendirian entitas anak ini dinilai sebagai langkah strategis untuk mendukung rencana bisnis Cimory dalam jangka panjang. Dengan struktur usaha yang lebih terdiversifikasi, perseroan memiliki ruang yang lebih luas untuk mengembangkan berbagai inisiatif bisnis, baik yang bersifat operasional maupun strategis.

Manajemen juga menekankan bahwa pembentukan anak usaha ini tidak mengubah arah utama bisnis perseroan, melainkan berfungsi sebagai penopang dan pelengkap dalam rangka menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Profil dan Struktur Kepemilikan Anak Usaha Baru

Anak usaha yang didirikan tersebut bernama PT Artha Rasa Cimory (PT ARC) dan berkedudukan di Jakarta Barat. Pendirian PT ARC dituangkan dalam Akta Pendirian Nomor 17 tertanggal 15 Januari 2026 yang dibuat di hadapan Notaris Wenda Taurusita Amidjaja, SH.

Secara administratif, PT ARC telah memperoleh pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan Nomor AHU-0008849.AH.01.11 Tahun 2026 tertanggal 20 Januari 2026. Dengan demikian, entitas tersebut telah sah secara hukum dan dapat menjalankan aktivitas usaha sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam struktur kepemilikan saham, CMRY memegang porsi dominan sebesar 99% saham PT ARC, sementara 1% saham lainnya dimiliki oleh Farell Grandisuri. Struktur ini menunjukkan bahwa kendali penuh atas arah dan pengelolaan anak usaha tetap berada di tangan Cimory sebagai induk usaha.

Modal Awal dan Tujuan Pendirian Entitas Baru

PT Artha Rasa Cimory didirikan dengan modal dasar sebesar Rp10 miliar yang terbagi ke dalam 100.000 saham, masing-masing dengan nilai nominal Rp100.000 per saham. Dari jumlah tersebut, sebanyak 25.000 saham telah ditempatkan dan disetor penuh dengan total nilai mencapai Rp2,5 miliar.

Manajemen menjelaskan bahwa pendirian anak usaha ini bertujuan untuk menunjang rencana bisnis perseroan dalam jangka panjang. Dengan adanya entitas baru, Cimory berharap dapat mengoptimalkan pengelolaan usaha serta membuka peluang ekspansi yang lebih terarah dan terukur.

Dinar Primasari juga menegaskan bahwa langkah ini tidak menimbulkan risiko terhadap operasional maupun keberlangsungan usaha perseroan. “Pendirian anak perusahaan ini tidak akan berdampak negatif terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan,” pungkasnya.

Kinerja Keuangan CMRY yang Tetap Solid

Di tengah langkah ekspansi tersebut, kinerja keuangan Cimory menunjukkan tren yang positif. Sepanjang kuartal III/2025, CMRY berhasil membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,60 triliun. Angka ini tumbuh signifikan sebesar 38,51% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,15 triliun.

Dari sisi pendapatan, CMRY mencatatkan penjualan sebesar Rp7,87 triliun hingga September 2025. Nilai tersebut meningkat 18,63% dibandingkan penjualan Rp6,63 triliun pada periode yang sama tahun 2024. Pertumbuhan ini didorong oleh kinerja positif dari seluruh segmen usaha perseroan.

Segmen produk olahan susu membukukan pendapatan Rp2,90 triliun, naik 2,22% secara tahunan dibandingkan Rp2,83 triliun pada kuartal III/2024. Sementara itu, segmen makanan konsumsi menunjukkan pertumbuhan yang lebih agresif dengan pendapatan mencapai Rp4,97 triliun, melonjak 30,89% dibandingkan Rp3,79 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Beban Usaha Naik, Laba Tetap Menguat

Seiring meningkatnya penjualan, CMRY juga mencatat kenaikan beban pokok penjualan yang mencapai Rp4,29 triliun per kuartal III/2025, atau tumbuh 17,70% secara tahunan dari Rp3,65 triliun pada periode yang sama 2024. Kenaikan ini terutama dipicu oleh meningkatnya biaya bahan baku dan kemasan.

Beban penggunaan bahan baku dan kemasan tercatat naik menjadi Rp3,68 triliun dari sebelumnya Rp2,99 triliun. Selain itu, beban bahan pabrikasi juga meningkat menjadi Rp518,39 miliar sepanjang sembilan bulan pertama 2025.

Meski menghadapi tekanan biaya, perseroan tetap mampu menjaga profitabilitas. Laba bruto CMRY tercatat sebesar Rp3,57 triliun pada periode Januari–September 2025, meningkat 19,76% dibandingkan Rp2,98 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pencapaian ini menunjukkan kemampuan perseroan dalam mengelola biaya sekaligus mempertahankan kinerja usaha yang solid di tengah ekspansi bisnis yang terus berjalan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index