Asuransi

Ciputra Life Optimistis Asuransi Kesehatan Tumbuh Kuat Sepanjang 2026

Ciputra Life Optimistis Asuransi Kesehatan Tumbuh Kuat Sepanjang 2026
Ciputra Life Optimistis Asuransi Kesehatan Tumbuh Kuat Sepanjang 2026

JAKARTA - Perubahan pola pikir masyarakat dalam memandang risiko kesehatan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan industri asuransi kesehatan di Indonesia. 

Proteksi kesehatan kini tidak lagi sekadar pilihan tambahan, melainkan telah bergeser menjadi kebutuhan utama dalam perencanaan keuangan keluarga. Kondisi inilah yang membuat PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) memandang tahun 2026 sebagai periode yang menjanjikan bagi bisnis asuransi kesehatan.

Direktur Ciputra Life, Listianawati Sugiyanto, menyampaikan bahwa optimisme tersebut bukan tanpa dasar. Menurutnya, terdapat sejumlah faktor struktural dan perilaku pasar yang semakin menguat dan menjadi fondasi pertumbuhan berkelanjutan bagi produk asuransi kesehatan di tahun mendatang.

Kontribusi Premi Asuransi Kesehatan Kian Signifikan

Faktor pertama yang menjadi dasar optimisme Ciputra Life berasal dari data industri. Berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), asuransi kesehatan menjadi salah satu kontributor utama dalam industri asuransi jiwa nasional. Porsinya tercatat hampir mencapai 19% dari total premi industri asuransi jiwa secara keseluruhan.

“Angka ini mencerminkan pola kebutuhan masyarakat di mana proteksi kesehatan tidak lagi dipandang sebagai pelengkap, melainkan sebagai kebutuhan dasar dalam perencanaan keuangan keluarga,” ungkap Listianawati.

Besarnya kontribusi tersebut menunjukkan bahwa permintaan terhadap produk asuransi kesehatan telah mengakar dan bukan sekadar tren sesaat. Seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya mitigasi risiko kesehatan, asuransi kesehatan diperkirakan akan terus menjadi motor pertumbuhan industri asuransi jiwa.

Dampak Pandemi dan Inflasi Medis yang Berkelanjutan

Faktor kedua yang turut mendorong prospek cerah asuransi kesehatan adalah perubahan perilaku masyarakat pascapandemi Covid-19. Menurut Listianawati, peningkatan kesadaran terhadap risiko kesehatan bersifat permanen dan tidak lagi sementara.

Masyarakat kini semakin memahami bahwa risiko kesehatan datang tanpa dapat diprediksi, sementara biaya medis terus mengalami inflasi dari tahun ke tahun. Kondisi tersebut membuat kebutuhan akan perlindungan finansial jangka panjang semakin relevan.

Oleh karena itu, Ciputra Life melihat adanya dorongan permintaan yang semakin kuat terhadap produk asuransi kesehatan yang mampu memberikan perlindungan menyeluruh dan berkelanjutan. Asuransi kesehatan menjadi instrumen penting untuk menjaga stabilitas keuangan keluarga ketika menghadapi risiko medis yang mahal.

Pertumbuhan Kelas Menengah dan Ekspektasi Layanan Berkualitas

Dari sisi demografi dan ekonomi, faktor ketiga datang dari pertumbuhan kelas menengah Indonesia yang terus berlanjut. Menurut Listianawati, segmen ini memiliki karakteristik kebutuhan yang semakin kompleks dibandingkan sebelumnya.

Kelas menengah tidak hanya membutuhkan proteksi dasar, tetapi juga menuntut layanan kesehatan yang berkualitas, proses klaim yang mudah, serta produk yang terintegrasi dengan perencanaan keuangan jangka panjang.

Kondisi ini membuka peluang bagi perusahaan asuransi untuk menghadirkan produk kesehatan yang lebih inovatif dan bernilai tambah. Bagi Ciputra Life, perubahan preferensi tersebut menjadi peluang untuk memperluas penetrasi pasar, khususnya di segmen usia produktif yang masih aktif secara ekonomi.

Digitalisasi dan Tata Kelola Klaim Jadi Katalis Pertumbuhan

Faktor keempat yang diyakini menjadi katalis pertumbuhan asuransi kesehatan pada 2026 adalah transformasi digital dan perbaikan tata kelola klaim di industri. Menurut Listianawati, digitalisasi telah membawa perubahan signifikan dalam proses bisnis asuransi.

“Keempat, kami melihat transformasi digital dan perbaikan tata kelola klaim di industri akan menjadi katalis pertumbuhan di 2026,” ujarnya.

Digitalisasi memungkinkan proses underwriting, klaim, hingga layanan nasabah menjadi lebih cepat, transparan, dan efisien. Dengan sistem yang semakin andal, kepercayaan publik terhadap industri asuransi kesehatan pun meningkat.

“Dengan kombinasi faktor tersebut [mulai dari tren pertumbuhan premi, perubahan perilaku masyarakat, tekanan biaya kesehatan, hingga inovasi industri] kami meyakini asuransi kesehatan masih memiliki ruang pertumbuhan di 2026, dan akan tetap menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan bisnis asuransi jiwa ke depan,” tegas Listianawati.

Fokus Corporate Solution dan Kinerja Premi Ciputra Life

Untuk menangkap peluang pertumbuhan tersebut, Ciputra Life memfokuskan pengembangan bisnis asuransi kesehatan pada lini Corporate Solution. Produk asuransi kesehatan kumpulan ini ditujukan bagi perusahaan yang ingin memberikan manfaat perlindungan kesehatan bagi karyawan.

Hingga saat ini, portofolio asuransi kesehatan Ciputra Life masih didominasi oleh kelompok usia produktif, sejalan dengan kebutuhan menjaga keberlanjutan produktivitas kerja. Dari sisi kinerja, pendapatan premi Ciputra Life hingga November 2025 tercatat mencapai Rp457 miliar.

Sementara itu, struktur klaim masih didominasi oleh klaim rawat inap yang mencapai 65%, disusul klaim rawat jalan sebesar 28%, dan sisanya berasal dari jenis perawatan medis lainnya.

Sejalan dengan pandangan Ciputra Life, OJK juga menyampaikan optimisme terhadap pertumbuhan produk asuransi kesehatan. Hingga November 2025, premi asuransi kesehatan di industri asuransi jiwa tercatat tumbuh 17,23% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp30,84 triliun, dengan kontribusi sebesar 18,82% terhadap total premi asuransi jiwa.

Dengan landasan tersebut, asuransi kesehatan diproyeksikan tetap menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan industri asuransi jiwa nasional pada 2026.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index