SINAR24.COM — Las Vegas Raiders membuka musim 2026 dengan kemenangan 27-13 atas Miami Dolphins, tetapi ujian sesungguhnya baru dimulai. Lima pertandingan berikutnya menghadirkan lawan-lawan kelas atas, dimulai dari Los Angeles Chargers, dan menjadi tolok ukur seberapa jauh budaya baru yang dibangun pelatih kepala Klint Kubiak sudah mengakar.
Kemenangan atas Dolphins di Allegiant Stadium memang sesuai ekspektasi banyak pihak. Miami tengah menjalani pembangunan ulang total dengan general manager dan pelatih kepala baru, sehingga laga tersebut dianggap sebagai ujian ringan bagi Raiders.
Namun, jadwal Raiders setelah ini berubah drastis. Dalam lima pertandingan ke depan, mereka berhadapan dengan Los Angeles Chargers, New Orleans Saints, Kansas City Chiefs, New England Patriots, dan Buffalo Bills, sebelum menutup rentetan itu dengan Los Angeles Rams pada 25 Oktober.
Kubiak: Setiap Pekan adalah Musim Baru
Kubiak mengakui tekanan yang menanti timnya. Ia menilai laga-laga berat justru menjadi tempat pembelajaran bagi seluruh elemen tim, mulai dari pelatih, staf kebugaran, hingga pemain.
"Yes. I mean, you learn something new every day in practice. You learn something new during the games. It's a lot more stress going on. You learn a lot about your coaches too. You learn about your training staff, your strength staff. You learn about everybody in this pressure cooker that we work in, and that's what makes the NFL so fun," ujar Kubiak dalam sesi media.
"So yes, there's a tough stretch coming up because that's what the NFL is, but we just try to look one game at a time."
Pendekatan satu pertandingan dalam satu waktu itu dinilai tepat bagi pelatih kepala rookie yang sedang membangun ulang tim. Kubiak bahkan menyebut setiap pekan di NFL sebagai musim yang sepenuhnya baru.
Resiliensi yang Jarang Terlihat di Raiders Versi Lama
Menganggap enteng kemenangan atas Dolphins justru berisiko. Raiders musim ini menunjukkan tanda-tanda bangkit saat tekanan datang, sesuatu yang kerap tidak dimiliki versi-versi sebelumnya.
Salah satu momennya adalah usaha keras Cody White, pemain yang dipanggil dari practice squad, menggagalkan kickoff return 79 yard Miami menjadi touchdown. Aksi itu memicu pertahanan Raiders bangkit dan memaksa Dolphins menendang field goal yang akhirnya gagal.
Momentum berbalik ketika Dolphins mencetak interception dan touchdown, memangkas keunggulan menjadi 17-13 pada kuarter ketiga. Alih-alih terpuruk seperti musim-musim lalu, Raiders merespons dengan touchdown mereka sendiri.
"Yeah, that's the expectation. When things don't go your way, then you have the ability to change it, instead of sitting there and feeling sorry for yourselves, and you've got to change your own fortunes, and that's what we expect from our guys," kata Kubiak.
Peran Fullback Connor Heyward di Skema Kubiak
Kubiak dikenal memiliki kedekatan dengan posisi fullback, posisi yang semakin jarang dipakai di NFL modern. Bersama general manager John Spytek, ia mendatangkan Connor Heyward dari Pittsburgh Steelers di bursa agen bebas.
Nilai Heyward terlihat jelas pada touchdown 13 yard Kirk Cousins kepada Ashton Jeanty yang berdiri bebas di kuarter ketiga. Heyward menghantam satu pemain bertahan dengan cut block, membuka ruang bagi Jeanty untuk mencetak enam poin.
"Yeah, I think Connor had a really solid showing. That's what we have come to expect from him. I think when he came into the game, the thing about a fullback is that the picture always changes post-snap," ujar Kubiak.
Heyward bermain 32 snap di offense, atau 47 persen dari total 68 snap tim melawan Miami, plus delapan snap di special teams.
Koordinator offense Andrew Janocko menegaskan kunci Raiders ke depan adalah konsistensi. "I think it's just staying true to who we are, playing our style, playing with a shocking operation, everything that we talk about, and just staying true to our fundamentals," ujarnya.