Permintaan Pasar Berkurang Picu Penurunan Harga Cabai dan Tomat

Permintaan Pasar Berkurang Picu Penurunan Harga Cabai dan Tomat
Ilustrasi Cabe Rawit.

JAKARTA - Berbagai macam komoditas pangan pokok di kawasan Pasar Anom Baru terpantau mulai mengalami penurunan harga jual semenjak memasuki masa liburan sekolah yang dibarengi dengan penghentian sementara pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala UPT Pasar Anom Baru, Ibnu Hajar mengemukakan bahwa berdasarkan agenda monitoring berkala dari tanggal 22 Juni sampai dengan 30 Juni 2026, setidaknya ditemukan tiga jenis komoditas utama yang mencatatkan penurunan nilai jual.

Komoditas pangan tersebut meliputi cabai merah besar yang harganya merosot dari angka Rp35.000 menjadi Rp30.000 per kilogram (kg), atau terjadi pemotongan nilai sebesar Rp5.000.

Selanjutnya, harga cabai rawit ikut melandai dari semula Rp42.000 menjadi Rp38.000 per kg, yang berarti mengalami pengurangan nominal sebesar Rp4.000.

Sementara itu, untuk komoditas buah tomat terpantau ikut turun harga dari angka Rp12.000 menjadi Rp10.000 per kg, atau mencatatkan penurunan sebesar Rp2.000.

Ibnu Hajar memaparkan bahwa penurunan harga pada komoditas sayur-mayur tersebut sangat dipengaruhi oleh menyusutnya volume permintaan dari konsumen sepanjang libur sekolah berjalan.

Situasi penurunan serapan pasar ini terjadi bersamaan dengan berhentinya aktivitas operasional Program Makan Bergizi Gratis yang selama kurun waktu ini ikut mengonsumsi pasokan bahan pangan dalam jumlah besar.

"Selama libur sekolah, permintaan memang cenderung berkurang. Ditambah MBG sementara tidak berjalan, sehingga beberapa komoditas mengalami penurunan harga," kata Ibnu Hajar, Selasa (30/6/2026).

Kendati demikian, pihak pengelola pasar memberikan jaminan bahwa penurunan harga yang terjadi masih berada dalam batasan normal serta tidak mengganggu rantai pasokan stok barang yang tersedia bagi masyarakat.

"Mengenai pasokan, dari petani maupun distributor masih mencukupi kebutuhan masyarakat," jelas Ibnu Hajar.

Di sisi lain, pergerakan harga untuk sejumlah bahan pokok makanan yang lain terpantau masih berada dalam kondisi yang konstan.

Komoditas beras premium jenis Bengawan ajek dipasarkan senilai Rp15.400 per kg, sedangkan untuk beras varian medium lokal bertahan pada harga Rp13.200 per kg.

Untuk komoditas gula pasir konsumsi dalam negeri juga dilaporkan masih stabil di angka Rp17.500 per kg.

Kondisi serupa pun terjadi pada komoditas daging sapi murni yang tetap diperdagangkan Rp130.000 per kg, serta komoditas daging ayam broiler yang bertahan di harga Rp38.000 per kg.

Ibnu Hajar mengimbuhkan bahwa jajarannya bakal konsisten menjalankan pemantauan harian guna mengantisipasi munculnya potensi lonjakan ekstrem maupun kelangkaan bahan pangan di area pasar.

"Kami akan terus memonitor perkembangan harga dan stok. Harapannya kondisi pasar tetap stabil sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan harga yang terjangkau," ujarnya.\

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index