JAKARTA - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan komitmennya untuk membuka akses fasilitas gudang selebar-lebarnya kepada publik, termasuk institusi perguruan tinggi, sebagai sarana edukasi mengenai tata kelola Cadangan Beras Pemerintah.
“Gudang Bulog terbuka sebagai sarana edukasi sehingga masyarakat dapat melihat sendiri bahwa stok beras nasional terjaga dengan baik. Kondisi gudang yang penuh seperti di Sunter ini juga merupakan gambaran gudang-gudang Bulog di berbagai daerah," ujar Ahmad Rizal Ramdhani dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Selasa.
Ahmad Rizal Ramdhani memimpin langsung jalannya agenda penerimaan kunjungan akademik dari para mahasiswa lintas fakultas Universitas Gadjah Mada (UGM) bertempat di Gudang Bulog Sunter, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (29/6).
Agenda kunjungan tersebut dikonsep sebagai bagian dari langkah taktis Bulog dalam memberikan ruang edukasi bagi kalangan akademisi mengenai sistem manajemen Cadangan Beras Pemerintah (CBP) selaku instrumen vital ketahanan pangan negara.
Di sepanjang sesi kunjungan, rombongan mahasiswa memperoleh pemaparan komprehensif terkait prosedur penyimpanan komoditas beras di dalam gudang, mulai dari mekanisme penerimaan, monitoring mutu, hingga skema perawatan agar kualitas beras tetap prima.
Para peserta juga diajak meninjau area Sentra Pengolahan Beras (SPB) Bulog guna menyaksikan secara langsung alur pengolahan, yang mencakup tahapan pembersihan, pemolesan bulir, hingga pengemasan produk yang memenuhi standardisasi mutu tinggi.
Ahmad Rizal Ramdhani mengutarakan bahwa pengenalan fasilitas Sentra Pengolahan Beras ini diproyeksikan mampu menyuntikkan pemahaman yang mendalam kepada para mahasiswa seputar krusialnya proses hilirisasi pangan yang dijalankan perusahaan.
Di samping itu, pihak Perum Bulog membuka lebar kans jalinan kemitraan strategis dengan perguruan tinggi melalui pengerjaan riset ilmiah, pengembangan aspek teknologi, serta inovasi pangan demi menopang stabilitas sektor pangan nasional.
Dalam kesempatan yang sama, Ahmad Rizal Ramdhani ikut mengabarkan bahwa hingga tanggal 29 Juni 2026, realisasi serapan pengadaan beras telah menembus angka di atas 80 persen dari total target tahun 2026, atau setara dengan lebih dari 3,2 juta ton.
Sementara itu, total volume stok Cadangan Beras Pemerintah yang berada di bawah pengelolaan Bulog saat ini dilaporkan telah menyentuh angka sekitar 5,4 juta ton, yang mencatatkan rekor stok tertinggi di dalam sejarah berdirinya Indonesia.
Lewat implementasi kegiatan edukasi ini, manajemen Bulog menaruh harapan agar kelompok akademisi serta masyarakat umum kian memahami fungsi strategis lembaga dalam mengawal ketersediaan pangan nasional secara berkelanjutan.