Infrastruktur

Infrastruktur Pontianak Utara Diperkuat untuk Pertumbuhan Kota

Infrastruktur Pontianak Utara Diperkuat untuk Pertumbuhan Kota

JAKARTA - Pontianak Utara terus diarahkan sebagai motor pertumbuhan baru yang menopang kemajuan Kota Pontianak. 

Kawasan ini dipandang memiliki peran strategis karena menyatukan potensi pertanian, permukiman, dan industri pesisir. Pemerintah kota memprioritaskan penguatan infrastruktur agar perkembangan wilayah berlangsung terarah dan berkelanjutan.

Penguatan pembangunan dilakukan melalui peningkatan alokasi anggaran infrastruktur dalam dua tahun terakhir. Perencanaan difokuskan pada kebutuhan riil warga yang terdampak langsung oleh kualitas jalan dan layanan dasar. Langkah tersebut diharapkan mempercepat konektivitas sekaligus meningkatkan kenyamanan lingkungan hunian.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyebutkan, pada 2025 pembangunan infrastruktur di Pontianak Utara mencapai sekitar Rp56,4 miliar. 

Sementara pada 2026, anggaran meningkat menjadi sekitar Rp63 miliar yang difokuskan untuk peningkatan jalan lingkungan, penerangan jalan umum, serta penataan kawasan. “Anggaran tersebut belum termasuk proyek-proyek strategis dari pemerintah pusat, seperti Sekolah Rakyat dan peningkatan akses jalan kota,” ujarnya.

Karakter Wilayah dan Tantangan Pembangunan

Pontianak Utara merupakan kecamatan terluas di Kota Pontianak dengan karakter wilayah yang kompleks. Sekitar 40 persen wilayahnya berupa lahan gambut dengan dominasi pertanian, permukiman, dan aktivitas industri di sepanjang Sungai Kapuas. Dari sisi kependudukan, wilayah ini menempati posisi kedua terbanyak setelah Pontianak Barat.

Komposisi wilayah tersebut menuntut pendekatan pembangunan yang cermat dan adaptif. Infrastruktur harus dirancang agar sesuai dengan kondisi lahan serta aktivitas ekonomi yang berkembang. Perencanaan juga perlu mempertimbangkan daya dukung lingkungan agar pembangunan tetap berkelanjutan.

“Oleh sebab itu dibutuhkan penanganan pembangunan yang terencana dan berkelanjutan,” ungkapnya. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa percepatan tidak boleh mengabaikan aspek perencanaan. Konsistensi kebijakan menjadi kunci agar manfaat pembangunan dirasakan merata oleh warga.

Penguatan Infrastruktur Jalan dan Penerangan

Peningkatan jalan lingkungan menjadi prioritas untuk memperbaiki mobilitas harian warga. Akses yang lebih baik dinilai akan mendorong kelancaran distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi lokal. Penerangan jalan umum juga diperluas guna meningkatkan rasa aman pada malam hari.

Penataan kawasan dilakukan untuk memperbaiki wajah lingkungan permukiman. Upaya ini diarahkan agar ruang publik lebih tertib dan nyaman. Integrasi antara peningkatan jalan, penerangan, dan penataan kawasan diharapkan menciptakan kualitas hidup yang lebih baik.

“Anggaran tersebut belum termasuk proyek-proyek strategis dari pemerintah pusat, seperti Sekolah Rakyat dan peningkatan akses jalan kota,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa dukungan lintas level pemerintahan turut memperkuat percepatan pembangunan. Sinergi tersebut diproyeksikan memperluas dampak manfaat bagi masyarakat.

Pengembangan Kawasan dan Layanan Publik

Selain peningkatan jalan dan penerangan, pemerintah kota mendorong pembangunan infrastruktur pendukung lainnya. Rehabilitasi Pasar Puring direncanakan menjadi kawasan waterfront yang lebih tertata. Rencana pembangunan bundaran besar juga disiapkan sebagai ikon baru Pontianak Utara.

Penguatan layanan kesehatan turut menjadi perhatian. Pengembangan kapasitas Rumah Sakit Pontianak Utara ditujukan untuk memperluas jangkauan layanan bagi warga sekitar. Peningkatan fasilitas kesehatan dipandang penting seiring bertambahnya jumlah penduduk.

Langkah pengembangan kawasan dirancang agar berdampak langsung pada ekonomi lokal. Penataan pasar diharapkan meningkatkan aktivitas perdagangan. Ikon kawasan juga diharapkan memperkuat identitas wilayah dan menarik aktivitas masyarakat.

Lingkungan, Sampah, dan Akses Transportasi

Pontianak Utara direncanakan menjadi lokasi pembangunan fasilitas pengolahan sampah terpadu bernilai investasi ratusan miliar rupiah. Fasilitas ini dirancang tidak hanya sebagai tempat pengolahan sampah. Kawasan tersebut juga akan difungsikan sebagai area edukasi dan rekreasi.

“Pengolahan sampah itu diarahkan tidak hanya sebagai tempat pengolahan, tetapi juga kawasan edukasi dan rekreasi,” jelas Edi. Pendekatan ini menempatkan pengelolaan lingkungan sebagai bagian dari pembangunan kualitas hidup. Integrasi fungsi edukasi diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat.

Tantangan utama lain adalah tingginya lalu lintas kendaraan berat di Pontianak Utara. Truk tangki dan angkutan industri kerap melintasi jalan utama permukiman. Pemerintah merencanakan pengembangan jalur alternatif untuk mengurangi beban jalan serta meningkatkan keselamatan warga.

“Pontianak Utara memiliki potensi besar sekaligus tantangan yang tidak ringan. Karena itu, pembangunan di kawasan ini harus berbasis kebutuhan riil masyarakat, potensi wilayah, serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya. 

Pendekatan kolaboratif dinilai penting agar pembangunan berjalan inklusif. Sinergi tersebut diharapkan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kenyamanan hidup warga.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index