JAKARTA - Pembahasan pembangunan infrastruktur, transportasi, dan penguatan peran pelabuhan menjadi sorotan utama dalam forum nasional yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat di Banten.
Antusiasme peserta mencerminkan besarnya harapan agar penguatan konektivitas mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Forum ini menempatkan Pelabuhan Ciwandan sebagai simpul strategis yang dinilai berpotensi mempercepat pergerakan logistik dan aktivitas industri.
Dialog Pembangunan untuk Arah Pertumbuhan Daerah
Forum diskusi menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai fondasi penguatan ekonomi nasional dan daerah. Pembahasan diarahkan pada integrasi infrastruktur, transportasi, dan pengembangan pelabuhan sebagai satu kesatuan kebijakan. Pendekatan terpadu ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan pertumbuhan ekonomi di wilayah Banten.
Rangkaian kegiatan diawali dengan seremoni pembukaan yang menandai dimulainya diskusi tematik. Agenda dilanjutkan dengan dua sesi seminar yang menghadirkan narasumber dari pemerintah pusat, pengelola pelabuhan, serta perwakilan dunia usaha. Moderator memandu diskusi agar setiap sudut pandang dapat tersampaikan secara proporsional.
Materi yang disampaikan menyoroti strategi nasional pembangunan infrastruktur hingga rencana penguatan peran Pelabuhan Ciwandan. Penekanan diberikan pada kebutuhan sinkronisasi kebijakan lintas sektor. Melalui dialog ini, para peserta memperoleh gambaran menyeluruh mengenai arah pembangunan ke depan.
Peran Media dan Dukungan Fiskal Daerah
Wakil Gubernur Banten, Dr. H. Achmad Dimyati Natakusumah SH, MH, MSi, menegaskan jurnalis memiliki posisi strategis sebagai pilar kontrol sosial yang berpengaruh terhadap jalannya pemerintahan dan pembangunan.
Ia menilai kritik dan masukan media sebagai bagian dari proses perbaikan kebijakan publik. Peran pers dipandang membantu percepatan respons pemerintah terhadap persoalan infrastruktur di lapangan.
“Saya kerap menerima tautan berita terkait jalan atau jembatan rusak dari rekan-rekan media. Setelah diverifikasi dan terbukti benar, saat itu juga saya instruksikan dinas terkait untuk segera melakukan perbaikan,” ujar Dimyati.
Pernyataan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan media. Sinergi tersebut mempercepat penanganan masalah yang dirasakan langsung masyarakat.
Ia juga memaparkan kondisi fiskal Provinsi Banten yang relatif mandiri. “Kemandirian fiskal kita cukup tinggi. Dukungan dana transfer dari pemerintah pusat hanya berkisar 20 persen, sementara 80 persen sisanya bersumber dari PAD,” jelasnya. Kondisi ini memberikan ruang lebih luas bagi daerah untuk mengakselerasi pembangunan infrastruktur prioritas.
Dorongan Daerah dan Rangkaian Isu Strategis
Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia, Zulmansyah Sekedang, menjelaskan bahwa forum ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan nasional yang dipusatkan di Provinsi Banten.
Selain isu infrastruktur, agenda lain turut mengangkat pariwisata olahraga dan pengembangan kawasan ekonomi khusus. Topik-topik tersebut dipilih untuk memperkaya perspektif pembangunan daerah.
“Seluruh tema seminar merupakan usulan dari daerah. Harapannya, daerah mendapatkan dorongan dan perspektif baru dalam pembangunan demi terwujudnya peningkatan perekonomian masyarakat,” tutur Zulmansyah.
Pernyataan ini menegaskan bahwa kebutuhan lokal menjadi dasar penentuan agenda diskusi. Pendekatan berbasis usulan daerah diharapkan memperkuat relevansi kebijakan.
Ia berharap forum ini memberi dampak positif bagi pembangunan wilayah dan perekonomian masyarakat. Kegiatan tersebut juga dimaknai sebagai sarana promosi potensi Banten. Dengan dukungan berbagai pihak, citra daerah diharapkan semakin menguat di tingkat nasional.
Tantangan Logistik dan Dorongan Peningkatan Kelas Pelabuhan
Aptrindo menyatakan dukungan terhadap upaya pengembangan Pelabuhan Ciwandan agar berkelas internasional. Organisasi ini menyoroti persoalan infrastruktur jalan dan kendaraan over dimension over load yang perlu diselesaikan bersama. Kedua isu tersebut dinilai memengaruhi kelancaran arus logistik menuju dan dari pelabuhan.
“Support Aptrindo soal pembangunan atau pengembangan Pelindo terkait operasional di Ciwandan. Perlu saya sampaikan, bahwa kita mensupport yang selama ini sudah bersinergi,” kata Dede Rohana Putra
Dukungan ini diiringi harapan adanya perbaikan menyeluruh pada ekosistem logistik. Sinergi lintas pihak dinilai krusial untuk mendorong daya saing pelabuhan.
Direktur Kepelabuhanan Muhammad Anto Julianto membuka ruang pengajuan peningkatan kelas Pelabuhan Ciwandan. Ia memaparkan kerangka kebijakan dan persyaratan pengembangan pelabuhan dalam rencana induk nasional.
Penjelasan tersebut menekankan pentingnya keterpaduan perencanaan areal darat, perairan, hinterland, serta konektivitas wilayah.
Pelabuhan sebagai Simpul Logistik Masyarakat
General Manager Pelindo Regional 2 Banten, Benny Ariadi, menegaskan pelabuhan harus memberi nilai tambah bagi wilayah sekitar. Pengembangan pelabuhan diarahkan tidak hanya pada bongkar muat, tetapi juga penguatan ekosistem usaha. Kehadiran pelabuhan diharapkan menciptakan efek berganda bagi ekonomi lokal.
“Pelabuhan Ciwandan kami posisikan sebagai bagian dari ekosistem pembangunan Banten. Kehadirannya harus memberi nilai tambah, baik bagi dunia usaha, masyarakat lokal, maupun sistem logistik nasional,” ujar Benny.
Pernyataan ini menekankan komitmen pada pembangunan yang inklusif. Pendekatan tersebut diproyeksikan memperluas dampak ekonomi hingga ke masyarakat sekitar.
Pelindo juga mengembangkan inovasi operasional, perencanaan kawasan, serta program tanggung jawab sosial dan lingkungan. Upaya ini diarahkan untuk memperkuat peran pelabuhan sebagai pengungkit ekonomi berkelanjutan. Peran media diapresiasi sebagai mitra strategis dalam menyampaikan transformasi infrastruktur kepada publik secara berimbang.