JAKARTA - Bursa Efek Indonesia kembali membuka perdagangan saham yang sebelumnya dihentikan sementara.
Kebijakan ini berlaku mulai sesi I perdagangan Senin, 26 Januari.
Dua emiten yang kembali diperdagangkan adalah PT Graha Prima Mentari Tbk beserta Waran Seri I dan PT Artha Mahiya Investama Tbk.
Pembukaan suspensi dilakukan setelah bursa menilai kewajiban keterbukaan informasi telah dipenuhi. Investor kembali dapat melakukan transaksi.
Ketentuan Khusus Perdagangan Saham GRPM dan Waran
BEI menetapkan bahwa saham GRPM dan GRPM-W hanya dapat diperdagangkan di papan pemantauan khusus. Ketentuan ini diberlakukan karena saham tersebut sebelumnya disuspensi lebih dari satu hari.
Perdagangan di papan khusus bertujuan meningkatkan kewaspadaan investor. Mekanisme ini juga menjadi bagian dari pengawasan bursa.
Dengan kebijakan tersebut, aktivitas transaksi tetap berjalan namun dalam pengawasan lebih ketat. Investor diharapkan mencermati pergerakan harga.
Latar Belakang Suspensi dan Lonjakan Harga
Sebelum disuspensi, saham GRPM mengalami lonjakan signifikan. Dalam satu bulan terakhir, harganya melonjak lebih dari 112 persen hingga mencapai Rp134.
Waran Seri I GRPM juga mencatat kenaikan tajam. Harganya melesat lebih dari 113 persen menjadi Rp33.
Lonjakan serupa terjadi pada saham AIMS. Dalam periode yang sama, saham ini naik lebih dari 111 persen ke level Rp815.
Pernyataan Manajemen dan Keterbukaan Informasi
Meski harga saham melonjak tajam, manajemen AIMS menyampaikan klarifikasi resmi. Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi material.
Manajemen menegaskan tidak terdapat fakta penting yang dapat memengaruhi harga saham. Pernyataan ini disampaikan sesuai ketentuan bursa.
Dengan klarifikasi tersebut, BEI menilai informasi yang tersedia sudah memadai. Perdagangan saham pun dibuka kembali.
Kondisi IHSG dan Sentimen Pasar
Pada hari yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan berpeluang mengalami technical rebound. Rentang pergerakan indeks diperkirakan berada di 8.875 hingga 9.030.
Peluang penguatan muncul setelah indeks terkoreksi selama tiga hari berturut-turut. Kondisi ini menarik perhatian pelaku pasar.
Sentimen pasar tetap dipengaruhi faktor eksternal dan domestik. Investor masih bersikap selektif dalam mengambil posisi.
Rekomendasi Saham dan Tekanan Indeks
Dalam riset pagi, disebutkan beberapa saham direkomendasikan untuk beli. Saham tersebut antara lain ADRO, ESSA, dan MDKA.
Tekanan indeks dipicu kombinasi beberapa faktor. Pelemahan nilai tukar rupiah menjadi salah satu pemicu utama.
Selain itu, aksi ambil untung, meningkatnya tensi geopolitik global, serta sikap wait and see menjelang rebalancing MSCI turut membayangi pasar.
“Setelah mengalami koreksi selama tiga hari berturut-turut, indeks berpeluang melanjutkan technical rebound dengan target resistance terdekat di kisaran 9.000–9.030 pada perdagangan sesi awal,” tulisnya.