RI Siap Menjadi Tuan Rumah Dialog Rekonsiliasi Konflik Myanmar

Kamis, 16 Juli 2026 | 20:02:31 WIB
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Arrmanatha Nasir ditemui seusai menghadiri rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Kamis (16/7/2026).

JAKARTA - Pemerintah Indonesia melalui Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Arrmanatha Nasir menegaskan komitmennya untuk terus memfasilitasi dialog di antara pihak-pihak yang berkonflik di Myanmar. Upaya perdamaian ini dijalankan sesuai dengan kerangka Konsensus Lima Poin (5PC).

“Kami terus berusaha memfasilitasi dialog antara pihak otoritas yang didukung militer dengan berbagai kelompok etnis yang ada di sana,” ungkap Wamenlu RI saat ditemui setelah menghadiri rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Kamis (16/7/2026).

Ia menjelaskan bahwa Indonesia tetap berkomitmen mengambil peran aktif dalam memulihkan perdamaian serta mendorong rekonsiliasi di Myanmar, yang hingga kini masih didera konflik perang saudara berkepanjangan.

Menurutnya, langkah nyata ini sudah ditunjukkan sejak Indonesia bertindak sebagai tuan rumah pertemuan pemimpin ASEAN di Jakarta pada April 2021. Pertemuan kala itu melahirkan Konsensus Lima Poin yang menjadi rujukan utama ASEAN hingga kini demi terciptanya perdamaian di Myanmar.

Selanjutnya, pada pertemuan informal menteri luar negeri se-ASEAN bersama perwakilan Myanmar di Bangkok, Thailand, Minggu (12/7/2026), para menlu kembali menegaskan kesepakatan untuk tetap berpegang pada 5PC serta melanjutkan upaya mewujudkan rekonsiliasi di Myanmar.

Wamenlu RI juga menekankan bahwa Indonesia selalu siap sedia apabila ditunjuk menjadi tuan rumah untuk dialog perdamaian serta proses rekonsiliasi di antara faksi-faksi yang bertikai di Myanmar.

Kesiapan serupa sebelumnya juga telah disampaikan oleh Menlu RI Sugiono pada Selasa (14/7/2026). Ia menyatakan bahwa Indonesia sangat siap mengemban tanggung jawab tersebut jika memang diminta oleh pihak terkait.

"Kami siap kalau Indonesia akan dijadikan tuan rumah. Saya kira Indonesia juga lebih bisa diterima untuk posisi tersebut," ujar Sugiono setelah menghadiri pertemuan Komisi Bersama Kerja Sama Bilateral (JCBC) ke-6 antara Indonesia dan Vietnam.

Sikap ini merupakan wujud nyata dukungan dari Indonesia agar proses rekonsiliasi di antara semua pihak yang berkonflik di Myanmar bisa segera tercapai, tambahnya.

Ia menambahkan bahwa niat baik tersebut sudah dia utarakan secara langsung dalam forum pertemuan informal menlu se-ASEAN bersama Myanmar di Bangkok.

Sugiono kembali mempertegas posisi 5PC sebagai landasan utama bagi ASEAN dalam memulihkan perdamaian di Myanmar. Fokus utamanya mencakup penghentian aksi kekerasan, penyelenggaraan dialog inklusif, serta penyaluran bantuan kemanusiaan yang aman tanpa diskriminasi.

Terkini