Mentan Amran Dorong Petani Lombok Terapkan Pola Tanam Modern PMAAS

Jumat, 10 Juli 2026 | 22:00:01 WIB
Menteri Pertanian RI Andi Amran.

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengimbau para petani di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) agar mengimplementasikan sistem pola tanam pertanian modern Advanced Agricultural System (PMAAS) demi mendongkrak hasil panen serta taraf hidup mereka.

"Metode ini mampu meningkatkan produksi petani hingga 8-10 ton per hektare bila dibandingkan pola budidaya konvensional," kata Andi Amran saat meninjau pertanaman padi PMAAS di Desa Bungkate Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah, Jumat.

Oleh sebab itu, Mentan menaruh harapan besar agar segenap komunitas petani di area Lombok, Nusa Tenggara Barat bersedia mengadopsi sistem penanaman digital dan modern tersebut.

"Sistem pola tanam ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani," katanya.

Amran mengutarakan pula bahwa Presiden Prabowo Subianto sudah memutuskan angka pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah milik petani pada masa panen konsisten di angka Rp6.500 per kilogram (kg) guna memajukan perekonomian warga.

"Pemerintah menetapkan HPP untuk menjamin kesejahteraan petani," katanya.

Dirinya mengklaim bahwa Indonesia kini telah sukses mengamankan status swasembada pangan. Hal ini mengacu pada pemenuhan kuota impor yang berada di bawah batas 10 persen, sesuai ketetapan yang digariskan oleh FAO.

"Swasembada pangan telah tercapai. Para menteri dari negara lain mulai ingin belajar sistem pertanian di Indonesia dalam mewujudkan swasembada pangan," katanya.

Amran menambahkan, prioritas kerja kabinet saat ini tertuju pada formula peningkatan kualitas hidup masyarakat tani lewat akselerasi modernisasi model penanaman di sawah.

Melalui program ini, para penggarap lahan yang biasanya hanya mampu melaksanakan proses tanam sekali dalam setahun diproyeksikan bisa mengerjakannya sebanyak dua hingga tiga kali.

"Peran penyuluh harus tetap ditingkatkan dalam melakukan pendekatan kepada para petani, agar menerapkan sistem pola tanam modern ini," katanya.

Skema ini merupakan purwarupa sektor tani intensif berwujud teknologi yang mengunggulkan aspek efisiensi, penggunaan alat mesin, ketepatan, serta tata kelola tanam terintegrasi demi menopang kemajuan pangan nasional.

Pada ranah operasionalnya, sistem PMAAS mengandalkan metode Tanam Benih Langsung (Tabela) lewat regulasi jarak tanam berkerapatan tinggi menggunakan model konfigurasi 4:1 serta 6:1.

PMAAS diformulasikan dengan pilar utama berupa penanaman rapat pada tiap lajur, penghematan material pendukung, serta otomatisasi mekanik guna memaksimalkan hasil panen semenjak pembukaan musim tanam.

Terkini