JAKARTA - Memilih buah pisang atau jeruk sebagai camilan harian merupakan langkah yang sangat tepat.
Kedua jenis buah ini tidak hanya memiliki rasa yang lezat, tetapi juga menyimpan nutrisi melimpah untuk tubuh.
Salah satu fungsi utama dari kedua buah populer ini adalah menjaga kondisi kesehatan organ jantung.
Bila membandingkan keduanya, pakar nutrisi menyampaikan bahwa tidak ada satu jenis buah yang benar-benar mendominasi.
Berdasarkan informasi EatingWell, ahli gizi Whitney Stuart, MS, RDN, CDCES, menyebutkan kedua buah ini punya kelebihan nutrisi masing-masing untuk mengoptimalkan kinerja pembuluh darah.
Buah pisang memiliki keunggulan utama pada kandungan kaliumnya yang melimpah.
Unsur mineral tersebut bertugas menyeimbangkan kadar natrium agar tekanan darah dalam tubuh tetap stabil.
Stuart menjelaskan bahwa kalium membantu tubuh membuang kelebihan natrium melalui urine.
Dengan berkurangnya penumpukan natrium, risiko serangan stroke maupun gangguan fatal pada jantung dapat diminimalisir.
Kebutuhan kalium harian bagi orang dewasa bisa terpenuhi di atas 10 persen hanya dengan sebutir pisang berukuran besar.
Kandungan serat setara 3,5 gram di dalamnya juga efektif mengontrol tingkat kolesterol agar tetap normal.
Mengonsumsi pisang yang belum terlalu matang juga memberikan khasiat tambahan berupa pati resisten yang tinggi.
Zat karbohidrat unik ini akan diolah oleh bakteri baik di dalam pencernaan menjadi asam lemak rantai pendek peredam kolesterol.
Kandungan antioksidan seperti katekin dan quercetin pada pisang pun turut andil dalam mencegah terjadinya inflamasi.
Efeknya, pembuluh darah menjadi lebih aman dari risiko stres oksidatif dan sirkulasi darah menjadi kian lancar.
Di sisi lain, buah jeruk juga membawa senyawa esensial yang tidak kalah hebat dalam memelihara jantung.
Buah segar ini memuat serat sekitar 3 gram, vitamin C, asam folat, serta zat flavonoid jenis hesperidin.
Menurut ahli gizi Amy Brownstein, MS, RDN, hesperidin merupakan senyawa yang banyak ditemukan pada buah jeruk dan jus jeruk.
Zat flavonoid tersebut dipercaya mampu menjaga stabilitas tensi darah, menekan peradangan, hingga memelihara kesehatan pembuluh darah.
Guna memperoleh kadar hesperidin yang maksimal, Stuart mengimbau agar bagian putih di bawah kulit jeruk tidak dikupas sampai habis.
Kandungan folat dalam buah jeruk juga memiliki peran krusial dalam mengubah homosistein menjadi metionin.
Langkah ini penting karena kadar homosistein yang terlampau tinggi berpotensi memicu penyumbatan darah dan stroke.
Sementara itu, asupan vitamin C dari jeruk bekerja sebagai benteng antioksidan yang memperkuat elastisitas pembuluh darah.
Jadi, opsi mana yang paling ideal di antara keduanya?
Para pakar nutrisi berpendapat bahwa pisang maupun jeruk memegang peran yang sama pentingnya.
Pisang unggul dengan kalium dan pati resistennya, sementara jeruk kuat pada sisi vitamin C serta hesperidin.
Oleh sebab itu, mengombinasikan kedua buah ini dalam menu harian jauh lebih disarankan daripada hanya memakan satu jenis saja.
Variasi nutrisi yang beragam dari keduanya akan memberikan perlindungan ganda bagi sistem kardiovaskular tubuh.