Multi Makmur Lemindo Resmi Ubah Nama Jadi Oxala Energy International

Kamis, 09 Juli 2026 | 04:54:01 WIB
Suasana dalam pabrik Multi Makmur.

JAKARTA - PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) secara resmi mengganti identitas nama perusahaan menjadi PT Oxala Energy International Tbk.

Langkah ini diambil setelah mengantongi restu dari para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Kedua yang dilaksanakan pada hari Rabu (8/7/2026).

Transformasi pergantian nama tersebut menjadi bagian dari rangkaian transisi perseroan demi melebarkan sayap bisnis menuju sektor energi menyusul adanya perubahan pemegang saham pengendali (PSP).

Dalam forum pertemuan yang sama, jajaran pemegang saham turut memberikan persetujuan mengenai kepindahan domisili resmi perusahaan.

Selain itu, disetujui juga agenda peningkatan modal dasar korporasi sebagai bagian dari langkah persiapan aksi korporasi lanjutan.

Aksi tersebut berupa penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau yang akrab disebut rights issue.

Direktur Perseroan Noprian mengutarakan bahwa perubahan nama entitas menjadi PT Oxala Energy International Tbk mencerminkan dimulainya lembaran baru dari perjalanan usaha.

Hal ini sejalan dengan penguatan sistem tata kelola serta kesiapan matang perusahaan untuk menerobos masuk ke dalam lini bisnis energi.

"Hasil RUPSLB merupakan langkah administratif penting dalam rangkaian persiapan transformasi Perseroan. Kami akan melanjutkan proses ini dengan tata kelola yang cermat dan transparan, sejalan dengan ketentuan yang berlaku," ujar Noprian dalam keterangannya, Rabu (8/7/2026).

Di samping urusan pergantian nama, para pemegang saham juga merestui relokasi kedudukan hukum perusahaan yang semula berada di Kota Tangerang, Banten, menuju ke Jakarta Selatan.

Pihak manajemen menyebutkan bahwasanya langkah penyesuaian administratif tersebut dieksekusi guna menyokong efektivitas koordinasi operasional dalam mengawal agenda transformasi bisnis.

Pada pembahasan agenda yang lain, kubu pemegang saham menyepakati kenaikan plafon modal dasar perusahaan dari angka awal Rp200 miliar melonjak ke angka Rp274 mIiar.

Melalui keputusan tersebut, total volume saham dalam pos modal dasar otomatis merangkak naik dari posisi 10 miliar lembar saham menuju ke angka 13,7 miliar lembar saham.

Manajemen perseroan memaparkan bahwa penguatan modal dasar ini merupakan bagian dari penataan ulang struktur finansial untuk menyukseskan program rights issue.

Dana segar yang diperoleh dari pasar modal nantinya dialokasikan penuh untuk membiayai segala keperluan ekspansi ke bidang energi.

Rantai transformasi ini menjadi kelanjutan dari momentum masuknya PT Morris Capital Indonesia (MCI) sebagai entitas pemegang saham pengendali baru pada bulan Oktober 2025.

Pasca aksi korporasi itu, perseroan dilaporkan telah menuntaskan kewajiban penawaran tender wajib pada Januari 2026.

Perseroan juga telah menggelar agenda RUPS Tahunan beserta RUPSLB pada bulan Juni 2026 yang lalu.

Noprian menjelaskan bahwa tim manajemen akan melanjutkan proses analisis mendalam serta uji tuntas (due diligence) atas rencana investasi pada entitas di sektor energi.

Tahapan ini diselesaikan sebelum nantinya draf rencana diajukan secara resmi kepada pemegang saham dalam forum RUPSLB berikutnya.

Perusahaan juga bakal segera merampungkan proses administrasi hukum yang berkaitan dengan legalitas perubahan nama, domisili, dan modal dasar sesuai regulasi.

Hal itu mencakup penyampaian berkas laporan resmi kepada pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Dengan disetujuinya seluruh agenda RUPSLB Kedua tersebut, manajemen menilai tingkat kepastian perseroan untuk merealisasikan rights issue dan ekspansi ke sektor energi pada tahun ini semakin meningkat," paparnya.

Terkini