Andi Amran Targetkan Pertanian Modern PM AAS Capai 1 Juta Hektare

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:15:01 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

JAKARTA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menginstruksikan kepada penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan kepala dinas pertanian di seluruh tanah air untuk mengawal percepatan metode Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS).

Langkah ini diambil demi memacu produktivitas serta taraf kesejahteraan para petani secara nasional.

"Hari ini kami kumpulkan kepala dinas (pertanian), kemudian direktur wilayah PPL se-Indonesia. Tujuannya adalah kami melakukan akselerasi dengan intensifikasi. Sistem intensifikasi kami akselerasi, yaitu pertanian modern PM AAS," kata Mentan usai Rapat Koordinasi Pengembangan PM-AAS di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan bahwa koordinasi bersama seluruh jajaran dinas pertanian dilakukan guna menggeser sistem konvensional menuju pertanian modern lewat intensifikasi PM-AAS yang terbukti mendongkrak hasil panen di daerah.

Amran menyebutkan uji coba metode PM-AAS di atas lahan seluas 1.600 hektare sukses membukukan hasil panen mencapai 10 sampai 12 ton gabah per hektare.

Angka capaian tersebut melonjak jauh dari rata-rata produktivitas gabah nasional saat ini yang berkisar 5,5 ton per hektare jika sistem baru ini diaplikasikan di area irigasi prioritas.

Target penerapan metode PM-AAS dialokasikan menyasar 1 juta hektare lahan irigasi demi mengamankan produksi gabah jangka panjang serta memperkokoh ketahanan pangan tanah air.

Lebih lanjut Amran menguraikan metode PM-AAS memadukan sistem arkansas dengan jajar legowo guna mendongkrak populasi tanaman hingga satu juta rumpun per hektare lewat penyerapan sinar matahari yang lebih efisien.

Meski biaya produksi mengalami kenaikan tipis dari Rp13 juta menjadi Rp15 juta per hektare, keuntungan bersih yang dikantongi petani diproyeksikan melonjak tajam dari Rp5 juta menuju Rp16,3 juta per musim.

Amran kembali menekankan bahwa implementasi PM-AAS menitikberatkan pada peningkatan pendapatan petani agar sektor pertanian semakin diminati serta menjamin keberlanjutan pasokan pangan domestik.

Pihak kementerian menargetkan rampungnya perluasan metode PM-AAS di satu juta hektare lahan irigasi pada tahun depan sebelum disebarluaskan ke wilayah sentra padi lainnya.

Terkini