Lonjakan Konsumsi Protein Hewani Buat WMPP Raih Laba Rp130,3 Miliar

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:34:31 WIB
Ilustrasi Saham.

JAKARTA — Emiten di bidang konsumer dan agrikultur, PT Widodo Makmur Perkasa Tbk. (WMPP), sukses mengukir perbaikan pendapatan dan kembali mengamankan laba bersih pada kuartal I/2026. Hasil positif ini diraih setelah pada periode sebelumnya perusahaan didera kerugian, di mana pembalikan performa kali ini dipicu oleh tren peningkatan konsumsi protein hewani di Indonesia.

Chief Executive Officer (CEO) WMPP Tumiyono menilai bahwa prospek bisnis industri pangan nasional masih sangat menjanjikan. Potensi ini didorong kuat oleh kebutuhan masyarakat yang terus merangkak naik terhadap komoditas protein hewani seperti telur, daging ayam, dan daging sapi. Momentum tersebut kian kokoh seiring fokus pemerintah dalam menguatkan sektor pangan nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dihimpun oleh tim analisis internal perseroan, tingkat konsumsi daging sapi dan kerbau pada tahun 2026 diproyeksikan menyentuh angka 986.170 ton, atau melonjak kisaran 14 persen dari posisi tahun 2025. Di sisi lain, serapan daging ayam diperkirakan menembus 4,99 juta ton pada tahun ini, naik hampir 5 persen secara tahunan.

"Pertumbuhan konsumsi protein tersebut menjadi peluang besar yang dimanfaatkan grup Widodo Makmur untuk meningkatkan volume penjualan, khususnya pada bisnis unggas yang saat ini menjadi tulang punggung perusahaan," ujarnya melalui keterangan tertulis dikutip, Rabu (8/7/2026).

WMPP berhasil mengantongi pendapatan konsolidasi mencapai Rp287,7 billion pada tiga bulan pertama tahun 2026, mencatat pertumbuhan sebesar 40,9 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya. Rapor hijau ini utamanya digerakkan oleh peningkatan hasil penjualan pada segmen peternakan unggas (poultry) sejalan dengan prospek pasar yang terus membaik.

Sektor usaha poultry tampil menjadi penyumbang terbesar bagi kas pendapatan perusahaan dengan porsi dominan mencapai 85,54 persen. Posisi berikutnya ditempati oleh lini pengolahan daging (meat processing) dengan andil 11,52 persen, unit peternakan sapi (cattle livestock) sebesar 1,96 persen, serta sektor komoditas sebesar 0,99 persen.

Pada momen yang sama, WMPP sukses membalikkan roda keuangan mereka dengan mengamankan laba bersih senilai Rp130,3 miliar. Realisasi ini berbanding terbalik dari catatan rugi bersih sebesar Rp71,8 miliar pada kuartal yang sama tahun lalu.

Tumiyono menambahkan bahwa selain dipicu oleh eskalasi volume penjualan, perseroan juga berhasil mengoptimalkan efisiensi operasional sehingga mampu mendongkrak margin profitabilitas.

"Perbaikan rasio Beban Pokok Pendapatan yang membuat Perseroan berhasil mencatat laba kotor ini menunjukkan Perseroan sudah lebih efisien dalam menjalankan usahanya. Hal ini juga seiring dengan perbaikan kinerja Perseroan yang ditopang oleh berbagai katalis positif dari industri pangan global dan dalam negeri yang membuat pendapatan Perseroan mengalami peningkatan, khususnya di segmen poultry," imbuhnya.

Langkah penghematan operasional tersebut tecermin dari raihan laba kotor perusahaan yang melonjak drastis hingga 156,1 persen secara tahunan menjadi Rp3,2 miliar pada kuartal I/2026.

Di luar faktor perbaikan penjualan, WMPP mulai memperlihatkan pemulihan struktur finansial usai merampungkan program restrukturisasi kewajiban utang bersama para kreditur. Hal ini terlihat dari rasio lancar (current ratio) emiten yang naik ke posisi 1,4 kali pada kuartal I/2026, berbalik arah dari level 0,7 kali pada kuartal pertama tahun lalu.

"Perbaikan ini merupakan dampak dari restrukturisasi kewajiban Perseroan yang telah disepakati dengan seluruh kreditur," kata Tumiyono.

Menatap ke depan, WMPP berniat melanjutkan peta jalan efisiensi dengan memaksimalkan kegunaan dari fasilitas produksi yang sudah terbangun. Perusahaan juga berencana mempertebal ketersediaan modal kerja lewat skema pelepasan aset-aset yang dinilai tidak lagi produktif serta membuka ruang kolaborasi dengan investor strategis.

Sebagai bagian dari skema pembenahan struktur permodalan, WMPP bersama anak usahanya, PT Widodo Makmur Unggas Tbk. (WMUU), bersiap menggelar aksi korporasi lewat Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue. WMPP berencana melepas sebanyak-banyaknya 8,5 miliar lembar saham baru, sedangkan WMUU bersiap menawarkan hingga 6 miliar lembar saham baru.

Pihak manajemen menyatakan dana segar hasil eksekusi rights issue tersebut bakal dialokasikan penuh sebagai modal kerja tambahan demi memacu akselerasi usaha sekaligus memperkokoh daya saing korporasi di tengah pertumbuhan permintaan pangan berbasis protein hewani yang terus menanjak.

"Aksi korporasi Perseroan baik WMPP maupun WMUU merupakan langkah penting karena hasil dananya akan dipakai sebagai tambahan modal kerja Perseroan sehingga diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan positif kinerja Perseroan dan memperkuat daya saing dalam industri," terangnya.

Terkini