IHSG Ditutup Menguat ke 5.916 dan Asing Borong Saham BBCA Serta TPIA

Senin, 06 Juli 2026 | 03:13:02 WIB
Ilustrasi Saham IHSG.

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau bergerak menguat di awal pekan ini. Pada hari Senin (6/7), IHSG menanjak sebesar 40,29 poin atau 0,69 persen menuju level 5.916,07 dalam penutupan transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Para investor asing membukukan aksi net sell atau jual bersih dengan nilai mencapai Rp190,90 miliar di seluruh pasar perdagangan saat performa indeks saham domestik tersebut berada di zona hijau.

Rincian nilai lepas portofolio oleh pemodal asing di pasar reguler tercatat menyentuh angka Rp163,01 biliar, sementara pos net sell asing di pasar tunai beserta pasar negosiasi berada pada akumulasi Rp27,90 miliar.

Beberapa emiten dengan catatan aksi jual bersih paling jumbo oleh pemodal luar negeri pada hari ini ditempati oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp86 miliar, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) senilai Rp82,7 miliar, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menyentuh Rp78,1 miliar.

Di sisi lain, jajaran emiten dengan performa beli bersih atau net buy asing tertinggi meliputi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nominal Rp168,1 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp110,1 biliar, dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mencapai Rp75,8 biliar.

Adapun kelompok saham berkinerja tercuan atau top gainers di jajaran indeks LQ45 hari ini diisi oleh PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang melesat 3,59 persen, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) terkerek 2,95 persen, serta PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik 1,44 persen.

Sementara jajaran saham amblas atau top losers di indeks LQ45 dipimpin oleh PT Indosat Tbk (ISAT) minus 5,04 persen, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) turun 1,92 persen, dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) terkoreksi sebesar 1,90 persen.

Laju penguatan pergerakan indeks hari ini disokong kuat oleh laju performa positif dari sembilan klaster indeks sektoral, di mana sektor barang konsumsi nonprimer membukukan penguatan paling tinggi dengan lonjakan mencapai 1,26 persen.

Menyusul setelahnya, sektor teknologi mendaki sebesar 0,92 persen, sektor komoditas energi menguat 0,92 persen, lini transportasi dan logistik terangkat 0,68 persen, sektor properti dan real estat menanjak 0,56 persen, serta sektor keuangan terapresiasi sebesar 0,54 persen.

Sedangkan sektor barang baku naik sebesar 0,51 persen, bidang industri kesehatan bergerak naik 0,40 persen, dan sektor perindustrian tercatat tumbuh sebesar 0,30 persen.

Di tengah momentum penguatan indeks utama, didapati ada dua klaster sektor yang bergerak melemah tipis, yakni sektor infrastruktur yang merosot sebesar 0,05 persen serta sektor barang konsumsi primer dengan koreksi sebesar 0,03 persen.

Volume transaksi perdagangan instrumen saham di bursa hari ini menyentuh akumulasi total 18,83 miliar unit saham dengan membukukan total nilai perputaran modal mencapai Rp9,50 triliun.

Berdasarkan posisi pergerakan harga di papan bursa, didapati sebanyak 386 saham bergerak menguat, 242 saham mencatatkan penurunan nilai harga, serta terdapat 155 posisi saham terpantau berjalan stagnan atau flat.

Melalui hasil pencapaian transaksi harian tersebut, posisi IHSG sukses mengakumulasikan pertumbuhan kinerja sebesar 1,64 persen dalam kurun waktu sepekan belakangan, walaupun jika dihitung sejak pembukaan awal tahun posisinya masih mengalami pelemahan sebesar 31,58 persen.

Terkini