BRI Tebar Dividen Jumbo Rp52,1 Triliun di Bawah Supervisi Danantara

Senin, 06 Juli 2026 | 23:15:32 WIB
Di Bawah Danantara, BRI Setor Dividen Terbesar Sepanjang Sejarah [FOTO: NET].

JAKARTA — Di bawah pengawasan Danantara, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI konsisten memperkokoh andilnya selaku motor penggerak ekonomi kerakyatan. Langkah nyata tersebut diimplementasikan lewat akselerasi kinerja, pembenahan bisnis yang berkesinambungan, serta komitmen melahirkan nilai tambah bagi khalayak luas dan negara.

Rapor positif perseroan di sepanjang 2025 memosisikan diri sebagai pijakan bagi BRI untuk kembali menyumbang kontribusi masif kepada negara lewat pembagian keuntungan atau dividen. 

Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Jumat (10/4/2026), perseroan menetapkan distribusi akumulasi dividen tunai tahun buku 2025 senilai Rp 52,1 triliun atau setara Rp 346 per lembar saham.

Penyaluran dividen tersebut bersandar pada performa finansial laba tahun berjalan konsolidasian perseroan untuk periode pembukuan yang berakhir per 31 Desember 2025 senilai Rp 57,132 triliun, dengan total keuntungan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menyentuh Rp 56,65 triliun. 

Hasil impresif ini kembali menempatkan BRI selaku salah satu penyumbang dividen paling masif bagi kas negara, sekaligus memotret kapabilitas perseroan dalam mengawal pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Roda kinerja yang solid itu pun terus menggelinding hingga pembukaan 2026. Pada kuartal I 2026, BRI sukses mencetak laba bersih konsolidasian senilai Rp 15,5 triliun atau melonjak 13,7 persen secara tahunan atau year on year (yoy). 

Ditinjau dari fungsi intermediasi, penyaluran kredit menyentuh angka Rp 1.562 triliun atau merangkak naik 13,7 persen yoy. Di sisi lain, simpanan dana pihak ketiga (DPK) terdokumentasi di level Rp 1.555 triliun atau mengembang 9,4 persen yoy.

Berbekal fundamental kinerja yang kokoh terjaga, Direktur Utama BRI Hery Gunardi menandaskan jika eksistensi Danantara menjadi titik balik krusial bagi BRI demi mempererat sinergi, mempercepat derap transformasi, serta mendongkrak peranan perseroan dalam mengawal agenda pembangunan nasional. Ia menguraikan, BRI bakal konsisten menggulirkan transformasi dengan bersandar pada fundamental yang tangguh, penguatan bisnis inti, serta pemosisian sumber pertumbuhan baru. 

Kehadiran Danantara, paparnya, menjadi momentum penting bagi BRI untuk memperkuat andil dalam menyokong realisasi program strategis nasional beserta rupa-rupa program prioritas pemerintah.

“Kami ingin memastikan pertumbuhan perseroan tidak hanya tecermin pada kinerja keuangan, tetapi juga pada kontribusi nyata BRI dalam pemberdayaan UMKM, penguatan ekonomi kerakyatan, dan penciptaan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya dalam rilis pers, Senin (6/7/2026).

Memasuki babak baru tata kelola di bawah naungan Danantara, BRI terus memacu performa kinerja dan mengakselerasi transformasi guna memelihara pertumbuhan yang sehat sekaligus berkelanjutan, sekalian menyokong rupa-rupa agenda pemerintah dalam menstimulus ekonomi kerakyatan. Komitmen penuh tersebut terekam jelas dalam rentetan pijakan strategis yang dieksekusi oleh perseroan.

BRI tebar dividen Rp 52,1 triliun, tertinggi sepanjang sejarah

BRI secara resmi menggelontorkan dividen bernilai fantastis dari tahun buku 2025 dengan akumulasi menyentuh Rp 52,1 triliun. Angka ini dinobatkan sebagai dividen paling tinggi sepanjang sejarah berdirinya BRI, yang menegaskan kembali konsistensi perseroan dalam memelihara tingkat profitabilitas, memformulasikan nilai tambah bagi pemegang saham, serta menyodorkan sumbangsih riil bagi perekonomian nasional.

Transformasi BRIvolution Reignite

Di bawah kendali kepemimpinan Hery Gunardi, BRI memantapkan cetak biru program transformasi bertajuk BRIvolution Reignite yang diformulasikan demi memperkuat sendi-sendi bisnis, mengatrol efisiensi, sekaligus menggaransi BRI senantiasa relevan serta kompetitif di tengah pergeseran lanskap ekonomi maupun teknologi. BRIvolution Reignite menegaskan arah fokus BRI pada pengokohan struktur pendanaan, percepatan lini digitalisasi, eskalasi produktivitas, hingga pemekaran bisnis inti dan bisnis baru yang berkelanjutan. Segenap agenda tersebut dieksekusi lewat orientasi customer-centric yang memantapkan andil BRI selaku lembaga perbankan yang melayani tiap segmen nasabah.

Rebranding BRI pertegas posisi “Satu Bank untuk Semua”

Sebagai kelanjutan dari rangkaian agenda transformasi, BRI telah meluncurkan Corporate Rebranding BRI pada Selasa (16/12/2025) yang bertepatan dengan momentum hari jadi ke-130.

“Melalui inisiatif corporate rebranding, BRI menghadirkan identitas yang lebih modern, universal, inclusif, dan relevan bagi seluruh masyarakat Indonesia, tanpa meninggalkan nilai-nilai utama yang telah menjadi fondasi perseroan, yakni DNA keberpihakan kepada rakyat, pemberdayaan UMKM, serta peran strategis BRI sebagai agent of development,” ujar Hery.

CoF turun ke 2,3 persen, efisiensi pendanaan makin kuat

Pada triwulan I 2026, akumulasi current account saving account (CASA) BRI merangkak naik 13,2 persen yoy menyentuh Rp 1.058,6 triliun. Lompatan tersebut mengatrol rasio CASA mendaki ke level 68,07 persen sekalian memangkas beban biaya dana atau cost of fund (CoF) menjadi 2,3 persen dari yang sebelumnya berada di angka 3 persen pada rentang waktu yang sama di tahun lalu. Optimalisasi struktur pendanaan tersebut disokong oleh masifnya aktivitas transaksi via BRImo, QLola by BRI, Business Merchant, beserta QRIS BRI, yang ikut memperkokoh efisiensi pendanaan perseroan.

KUR BRI terbesar, penyaluran tembus Rp 84,36 triliun

Di sepanjang Januari hingga Mei 2026, realisasi pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI telah menyentuh Rp 84,36 triliun atau setara 46,87 persen dari total pagu alokasi tahun 2026 yang dipatok Rp 180 triliun. Porsi terbesar dari penyaluran tersebut mengalir ke sektor-sektor produktif dengan persentase mencapai 67,18 persen. Lini pertanian menempati posisi penyumbang terbesar melalui kucuran modal senilai Rp 35,91 triliun. Capaian ini memperkuat predikat BRI selaku penyalur KUR terbesar di tanah air sekaligus pilar penyokong Asta Cita Pemerintah.

Perkuat akses hunian rakyat, penyaluran KPP BRI tembus Rp 9,5 triliun

Komitmen penuh BRI dalam menyokong sektor papan perumahan nasional terefleksi dari penyaluran Kredit Pemilikan Properti (KPP). Sampai dengan Minggu (31/5/2026), kucuran KPP BRI telah menembus Rp 9,5 triliun yang didistribusikan kepada 68.212 nasabah debitur. Selaras dengan tingginya animo kebutuhan pembiayaan dari publik, perseroan turut menaikkan pagu alokasi KPP tahun 2026 dari semula Rp 8 triliun naik ke angka Rp 12 triliun. Kebijakan ini sekaligus memantapkan posisi BRI selaku bank dengan portofolio penyaluran KPP terbesar di Indonesia.

DNA kerakyatan tetap kuat, BRI konsisten perkuat pemberdayaan UMKM dan desa

Prinsip dasar perseroan terhadap ekonomi kerakyatan turut diimplementasikan lewat penguatan kapasitas UMKM serta pemekaran ekosistem wilayah pedesaan. Sampai saat ini, BRI tercatat telah memberikan pembinaan kepada 5.245 Desa BRILiaN, melayani sebanyak 15,6 juta pelaku di wadah LinkUMKM, serta membidani lebih dari 43.000 klaster usaha via program Klasterku Hidupku. Bermacam-macam langkah inisiatif tersebut digulirkan demi mendongkrak kapasitas para pelaku usaha rakyat agar sanggup naik kelas secara berkesinambungan.

BRI Group kian solid, entitas anak sumbang 25,1 persen laba konsolidasian

Di bawah pengawasan Danantara, kekompakan ekosistem BRI Group terekam dari andil jajaran perusahaan anak yang hingga penutupan kuartal I 2026 sukses mengumpulkan laba senilai Rp 3,89 triliun. Nominal tersebut setara dengan kontribusi 25,1 persen dari total laba bersih konsolidasian milik BRI. Rapor hijau tersebut mempertegas kokohnya andil anak perusahaan dalam menyokong performa grup sekaligus memantapkan struktur bisnis perseroan agar kian terdiversifikasi serta tangguh menghadapi tantangan.

Chief Operating Officer (COO) Danantara yang sekaligus menjabat selaku Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dony Oskaria, mengutarakan bahwa Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) konsisten mengukir performa positif beriringan dengan bergulirnya program transformasi.

“Kinerja positif Himbara menjadi pilar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembiayaan yang lebih besar kepada sektor-sektor produktif dan kerakyatan, termasuk industri manufaktur, hilirisasi sumber daya alam, infrastruktur, UMKM, serta berbagai sektor yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing nasional,” ujar Dony.

Terkini