ESDM Sebut Harga BBM B50 Ikuti Mekanisme Formula Solar Berlaku

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:19:32 WIB
BBM B50.

JAKARTA - Jajaran eksekutif resmi memberlakukan kebijakan mandatori bahan bakar minyak (BBM) jenis diesel paling gres, biodiesel B50, efektif per 1 Juli 2026. Skema implementasi tersebut mulai digulirkan secara berkala, namun sejauh ini masih menyisakan teka-teki krusial mengenai besaran tarif jual per liternya ke publik.

Hingga saat ini otoritas berwenang memang belum memublikasikan nominal harga B50. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Laode Sulaeman menerangkan kalau patokan tarif B50 kelak mengacu pada formula serta regulasi penetapan harga solar yang berjalan sekarang.

Saat ini, nominal untuk BBM diesel tipe solar bersubsidi dengan formulasi B40 berada pada angka Rp6.800 per liter. Sementara itu, untuk varian nonsubsidi seperti Dexlite dipatok senilai Rp19.700 dan varian Dex berada di angka Rp21.150.

"Kalau harga kan mengikuti harga BBM yang sudah biasanya saja, enggak ada hal khusus," ujar Laode di Jakarta.

Laode menegaskan bahwa perluasan penggunaan B50 bakal diselenggarakan dalam skala nasional. Pihak pemerintah juga mempersiapkan tenggat waktu transisi selama 3 bulan guna mengosongkan sisa pasokan B40 yang masih beredar sekaligus menyelaraskan prosedur pencampuran (blending).

"Secara nasional. Secara nasional tentu ada masa jeda untuk penyesuaiannya ya. Jadi, artinya kan masih ada sisa-sisa B40 itu dihabiskan dulu, diberi waktu sampai dengan 3 bulan. Jadi, penyesuaiannya hingga menjadi 100 persen pemulihan ke B50," katanya.

Formulasi B50 sendiri merupakan langkah kelanjutan dari program wajib biodiesel nasional yang dahulunya diinisiasi lewat varian B20, kemudian bertahap naik ke B30, B40, dan saat ini menyentuh B50.

Produk B50 sendiri tersusun atas kombinasi 50 persen biodiesel atau Fatty Acid Methyl Ester (FAME) yang diolah dari minyak kelapa sawit mentah dengan 50 persen solar fosil. Regulasi ini membuat rasio komponen hayati di dalamnya naik 10 persen lebih pekat ketimbang komposisi pada B40.

Sebelum resmi dilempar ke pasar, jenis BBM baru ini pun dilaporkan sudah melewati serangkaian tahapan uji kelayakan teknis yang sangat komprehensif.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi menguraikan bahwa pengujian formula B50 ini sudah dimulai dari skala laboratorium sejak awal tahun 2025.

Selanjutnya, agenda riset diperluas melalui uji aplikasi B50 pada mesin-mesin Diesel sejak bulan Desember 2025 yang menyasar lini otomotif, transportasi laut, traktor pertanian, alat berat pertambangan, kereta api, hingga mesin pembangkit listrik. Sektor kendaraan bermotor menjadi fokus krusial demi memvalidasi ketahanan operasional harian.

Sampai dengan bulan April 2026, akumulasi data sementara dari uji jalan memperlihatkan performa mesin transportasi diesel yang mengonsumsi B50 tetap aman dan bebas dari gangguan teknis yang berarti.

Bahkan kendaraan logistik berbobot di atas 3,5 ton seluruhnya sukses menuntaskan target uji sejauh 40.000 km, sementara unit di bawah 3,5 ton telah menyentuh 40.000 km dari batas akhir 50.000 km dengan kondisi mesin serta saringan bahan bakar yang prima sesuai standar pabrikan.

"Pada Mei nanti semua (kendaraan) sektor otomotif untuk di bawah 3,5 ton mencapai target 50 ribu km. Setelah selesai 50 ribu km, nanti ada pengecekan semua engine. Untuk kendaraan di atas 3,5 ton sudah selesai memenuhi target jarak tempuh 40 ribu km," ucap Eniya.

Di sisi lain, rekapitulasi uji klinis membuktikan kualitas komoditas B100 untuk bauran 50 persen (B50) telah lolos kualifikasi prasyarat, terutama pada aspek parameter penyempurnaan unsur air, monogliserida, beserta stabilitas oksidasi berdasarkan rekomendasi Komite Teknis Bioenergi cair.

Secara mendetail, kandungan air ditekan ke angka maksimal 300 ppm dari batas sebelumnya 320 ppm pada B40, monogliserida berada di level maksimal 0,47 persen massa dari 0,5 persen massa pada B40, dan stabilitas oksidasi ditingkatkan minimal menjadi 900 menit dari batas awal 720 menit pada B40.

Terkini