Xiaomi Kembangkan Robot Pengisi Daya Fisik Berbasis Teknologi AI

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:10:01 WIB
Xiaomi Pengisi Daya Fisik Berbasis Teknologi AI.

JAKARTA - Produsen teknologi Xiaomi memamerkan inovasi teknologi terbaru berkaitan dengan ekosistem kendaraan listrik yang dahulu sempat ditinggalkan oleh perusahaan Tesla.

Bukan perangkat telepon pintar, raksasa teknologi ini memperkenalkan sebuah lengan robot pintar yang berfungsi sebagai pengisi daya otomatis untuk kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Sistem mekanis ini dirancang mampu mencolokkan sekaligus mencabut kabel konektor pengisi daya secara mandiri ke unit mobil tanpa memerlukan campur tangan dari manusia.

Inovasi tersebut didemonstrasikan oleh pihak Xiaomi sebagai perangkat aksesori pengisian daya rumahan yang akan dipasang pada area garasi pemilik kendaraan.

Pihak manajemen Xiaomi menyebutkan bahwa produk canggih ini dijadwalkan mulai meluncur ke bursa pasar pada kuartal IV 2026, atau sekitar periode November hingga Desember 2026.

Langkah berani ini langsung memicu perhatian publik karena dinilai menghidupkan kembali konsep lama yang pernah diperkenalkan Tesla lebih dari satu dekade silam.

Pada tahun 2015, CEO Tesla Elon Musk sebetulnya sempat memperlihatkan sebuah prototipe alat pengisi daya otomatis menyerupai ular yang dapat bergerak fleksibel mencari lubang tangki mobil.

Akan tetapi, proyek mekanis tersebut tidak pernah masuk ke dalam rantai produksi komersial dan pada akhirnya resmi dihentikan oleh pihak Tesla.

Perusahaan Tesla kemudian memilih memindahkan fokus pengembangan mereka ke metode pengisian daya tanpa kabel atau nirkabel (wireless charging) untuk mobil masa depan seperti Cybercab.

Di lain pihak, Xiaomi justru memilih konsisten mempertahankan metode pengisian daya lewat koneksi kabel fisik dengan mengotomatisasi seluruh alurnya memakai bantuan unit robot.

Perangkat lengan robot tersebut dikemas ringkas dengan ketebalan bodi 152 mm sehingga tidak memakan banyak tempat ketika dipasang pada area ruang parkir garasi yang sempit.

Kinerja peranti ini memanfaatkan kecanggihan sistem pengenalan visual berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk memindai letak lubang pengisian dengan akurasi sub-milimeter.

Bukan hanya itu, sistem mekanis robot ini dapat melakukan komunikasi langsung secara digital dengan sistem komputasi mobil untuk membuka serta menutup katup lubang daya otomatis.

Para pemilik kendaraan pun diberikan kemudahan untuk memonitor serta mengontrol kinerja alat ini dari jarak jauh via aplikasi khusus ponsel pintar yang terintegrasi ekosistem rumah pintar Xiaomi.

Pihak Xiaomi mengklaim bahwa metode pendekatan fisik ini menyuguhkan tingkat kepraktisan yang setara dengan sistem nirkabel, namun menawarkan tingkat efisiensi energi jauh lebih tinggi.

Pada sistem pengisian daya nirkabel, transfer daya mengandalkan skema induksi elektromagnetik yang umumnya hanya mentransfer daya sebesar 88 persen hingga 93 persen pada situasi ideal.

Sebaliknya, penyaluran daya via kabel fisik mampu menyentuh tingkat efisiensi energi hingga 95 persen sebab tidak mengalami risiko kehilangan daya akibat hambatan celah udara.

Saluran kabel fisik juga terbukti mampu melayani pasokan daya listrik yang jauh lebih besar ketimbang standardisasi pengisian nirkabel saat ini yang rata-rata dibatasi pada level 11 kW.

Sejauh ini, pihak Xiaomi terpantau belum merilis besaran nominal harga resmi dari aksesori lengan robot pintar pengisi daya kendaraan listrik tersebut.

Produk ini nantinya bakal diposisikan sebagai pelengkap dari lini perangkat pengisian daya dinding (wallbox charger) milik Xiaomi yang telah dipasarkan dalam varian daya 7 kW dan 11 kW.

Langkah pemanfaatan lengan robot ini juga mulai jamak dilirik pabrikan global, seperti Hyundai yang diketahui telah menguji alat serupa untuk fasilitas publik di Bandara Internasional Incheon, Korea Selatan.

Terkini