AS-Iran Damai, BI Diprediksi Tahan Suku Bunga di RDG Juni

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:50:31 WIB
Bank Indonesia.

JAKARTA — Bank Indonesia (BI) diproyeksikan akan mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang akan berlangsung 17–18 Juni 2026. 

Prediksi ini menguat menyusul tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang diyakini akan menurunkan ketegangan geopolitik serta menekan harga minyak dunia.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menyatakan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi katalis positif bagi stabilitas ekonomi nasional. 

"Pada saat Selat Hormuz dibuka, harga minyak turun sehingga permintaan impor dolar semakin menyempit," ujar Ibrahim, Selasa (16/6/2026). 

Ia menilai, jika distribusi energi kembali normal dan tekanan inflasi mereda, BI tidak perlu menaikkan suku bunga lebih lanjut.

Langkah menahan suku bunga dianggap krusial untuk menjaga beban utang pemerintah tetap terkendali. 

Saat ini, imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun sudah menyentuh kisaran 7,4%. 

Ibrahim memperingatkan bahwa kenaikan suku bunga lanjutan berisiko mendorong imbal hasil obligasi mendekati 8%, yang akan menambah beban fiskal negara.

Dari sisi nilai tukar, keputusan untuk mempertahankan suku bunga diprediksi akan memberikan sentimen positif bagi rupiah. 

Rupiah diperkirakan berpotensi menguat sekitar 50 poin meski masih menghadapi tekanan dari risiko perang dagang global. 

Dengan fundamental ekonomi domestik yang terjaga serta harga minyak yang bergerak menuju asumsi APBN, stabilitas ekonomi Indonesia dinilai memiliki ruang untuk tumbuh lebih baik ke depannya.

Terkini