JAKARTA - Bulan Ramadhan selalu datang membawa harapan baru bagi umat Islam.
Ia bukan hanya tentang perubahan pola makan atau rutinitas harian, melainkan momentum besar untuk membersihkan diri, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, dan memperbanyak amal kebaikan. Dalam bulan ini, setiap ibadah bernilai lebih, setiap doa lebih dekat pada pengabulan, dan setiap taubat terbuka luas pintunya.
Keistimewaan Ramadhan tidak hanya dijelaskan dalam Al-Qur’an, tetapi juga ditegaskan melalui banyak hadits Rasulullah SAW. Hadits-hadits tersebut menggambarkan betapa agungnya bulan suci ini, mulai dari terbukanya pintu surga, ampunan dosa, hingga hadirnya malam Lailatul Qadar yang nilainya melebihi seribu bulan. Berikut rangkuman hadits tentang keutamaan bulan Ramadhan yang perlu dipahami dan dihayati umat Muslim.
Keagungan Ramadhan dan Perubahan di Alam Gaib
Keistimewaan bulan Ramadhan terlihat jelas dari perubahan besar yang terjadi sejak awal bulan. Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا دَخَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ، وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ
Idza dakhala syahru Ramadhana futtihat abwaabus samaa'i, wa ghulliqat abwaabu jahannama, wa sulsilatisy syayaathiinu.
“Ketika Ramadhan masuk, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dirantai.” (HR. Al-Bukhari 1899)
Hadits ini memberikan motivasi besar bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah, karena jalan menuju kebaikan terbuka lebar dan godaan setan melemah.
Keagungan ini juga ditegaskan dalam hadits lain:
إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ...
“Apabila malam pertama Bulan Ramadhan telah tiba, setan-setan kalangan jin dibelenggu, pintu neraka ditutup, pintu surga dibuka...” (HR. Ibnu Khuzaimah)
Seruan agar pencari kebaikan maju dan pelaku keburukan berhenti menunjukkan bahwa Ramadhan adalah bulan perubahan dan pertaubatan.
Ramadhan sebagai Waktu Mustajab Berdoa
Ramadhan juga dikenal sebagai waktu terbaik untuk memanjatkan doa. Rasulullah SAW bersabda:
ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٍ ؛دَعْوَةُ الصَّائِمِ...
“Ada tiga doa yang mustajab: doa orang yang berpuasa, doa musafir, dan doa orang yang teraniaya.” (HR. Baihaqi)
Hadits ini menegaskan bahwa orang yang berpuasa berada dalam kondisi spiritual yang sangat dekat dengan Allah SWT. Oleh karena itu, setiap Muslim dianjurkan memperbanyak doa, baik untuk urusan dunia maupun akhirat.
Ampunan Dosa dan Pembebasan dari Neraka
Salah satu keutamaan terbesar Ramadhan adalah ampunan dosa. Rasulullah SAW bersabda:
شَهرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ كَتَبَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ...
“Barang siapa berpuasa dan beribadah di malam hari karena iman dan mengharap ridho Allah, maka dihapus dosa-dosanya seperti bayi yang baru lahir.” (HR. Ibnu Majah dan Al-Baihaqi)
Hadits lain menegaskan:
“Barang siapa berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda:
“Sesungguhnya Allah memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka setiap hari di bulan Ramadhan.” (HR. Musnad Ahmad)
Ini menunjukkan bahwa peluang keselamatan tidak hanya hadir di satu malam, tetapi setiap hari selama Ramadhan.
Keberkahan Sahur, Puasa, dan Amal Sosial
Keutamaan Ramadhan juga tercermin dalam amalan sahur. Rasulullah SAW bersabda:
تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السُّحُورِ بَرَكَةً
“Makan sahurlah, karena dalam sahur terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Selain itu, puasa memiliki nilai istimewa karena pahalanya diberikan langsung oleh Allah SWT:
كُلُّ عَمَلِ ابنِ آدمَ له إلا الصومُ...
“Semua amal manusia untuknya kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari)
Bahkan, bau mulut orang berpuasa pun dimuliakan:
“Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada minyak kasturi.” (HR. Bukhari)
Dalam aspek sosial, Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa memberi makan orang yang berbuka puasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad)
Lailatul Qadar dan Keistimewaan Al-Qur’an
Puncak kemuliaan Ramadhan terletak pada malam Lailatul Qadar. Rasulullah SAW bersabda dalam khutbahnya:
خَطَبَنَا رَسُولُ اللَّهِ...
“Telah menaungi kalian bulan yang agung, bulan yang diberkahi, di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan...”
Hadits HR. Ahmad juga menegaskan bahwa siapa yang terhalang dari kebaikan malam ini, sungguh ia terhalang dari segala kebaikan.
Ramadhan juga erat kaitannya dengan Al-Qur’an. Rasulullah SAW bersabda:
“Jibril menemui Rasulullah SAW setiap malam di bulan Ramadhan dan membacakan Al-Qur’an kepadanya.” (HR. Muslim)
Hal ini menegaskan bahwa Ramadhan adalah waktu terbaik untuk memperbanyak tadarus dan mendalami Al-Qur’an.