Perbaikan Infrastruktur Percepat Pemulihan Ekonomi Daerah

Jumat, 13 Februari 2026 | 08:26:44 WIB
Perbaikan Infrastruktur Percepat Pemulihan Ekonomi Daerah

JAKARTA - Aktivitas jual beli kembali menghidupkan denyut ekonomi di sejumlah wilayah Sumatra. 

Pasar rakyat yang sempat terhenti kini mulai ramai dan memberi harapan pemulihan pendapatan warga. Kebangkitan ini menjadi tanda bahwa pemulihan ekonomi lokal bergerak nyata.

Pemerintah mengonfirmasi bahwa sejumlah pasar rakyat yang sebelumnya lumpuh kini telah aktif kembali. Pasar-pasar tersebut menjadi penopang utama kebangkitan ekonomi lokal. Pemulihan ini dipandang penting untuk menggerakkan kembali mata pencaharian masyarakat.

Dalam konferensi pers mengenai percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di Jakarta, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengumumkan kemajuan signifikan dalam pemulihan sektor perdagangan rakyat. 

Berdasarkan laporan Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi per 9 Februari, tercatat 465 pasar rakyat di Provinsi Aceh kini berfungsi kembali. Cakupan pemulihan meliputi Aceh Timur, Aceh Tengah, Aceh Utara, hingga Pidie Jaya.

Progres Pemulihan Pasar Rakyat

Kemajuan serupa juga terlihat di Sumatera Utara yang telah menghidupkan kembali 57 pasar. Di Sumatera Barat, 31 pasar kembali berdetak ekonomi. Angka-angka ini menunjukkan konsistensi pemulihan di berbagai provinsi.

Meski begitu, sebagian pasar masih dalam tahap optimalisasi. “Kemudian, ekonomi pasar, sebagian besar sudah berjalan lancar. Sudah fungsional, ada yang belum maksimal,” kata Tito. Pernyataan ini menegaskan bahwa pemulihan masih membutuhkan penguatan lanjutan.

Optimalisasi pasar diarahkan untuk memastikan aktivitas dagang berjalan stabil. Ketersediaan fasilitas dan akses menjadi fokus perbaikan. Dengan pasar yang berfungsi baik, roda ekonomi lokal diharapkan terus berputar.

Infrastruktur sebagai Penggerak Ekonomi

Kementerian Dalam Negeri menyoroti pentingnya infrastruktur sebagai tulang punggung penggerak ekonomi pascabencana. Perbaikan jalan, jembatan, dan akses transportasi menjadi fokus utama. Infrastruktur yang pulih memastikan distribusi barang dan mobilitas warga kembali lancar.

Menurut data Satgas PRR per 8 Februari, pembangunan jalan nasional dan jembatan nasional di tiga provinsi terdampak telah selesai 100 persen. Sementara itu, perbaikan jalan daerah mencapai 91 persen. Capaian ini mempercepat keterhubungan antarwilayah.

Meski masih ada pekerjaan rumah dalam memperbaiki jembatan provinsi dan akses desa, pemerintah memastikan kerja lintas sektor terus diperkuat. Dukungan aparat keamanan turut menopang kelancaran pemulihan. Sinergi ini diharapkan menutup sisa hambatan akses.

Dorongan bagi UMKM dan Ekonomi Kreatif

Selain sektor pasar, pemulihan ekonomi kreatif dan UMKM juga dipacu. Program reaktivasi usaha diarahkan untuk menghidupkan kembali unit usaha yang sempat terhenti. Langkah ini diharapkan menciptakan efek berantai positif.

Dorongan terhadap UMKM membuka peluang lapangan kerja baru. Peningkatan aktivitas usaha turut mendorong daya beli masyarakat. Pemulihan ekonomi lokal menjadi lebih inklusif dengan keterlibatan pelaku kecil.

“Ekonomi harus dibangkitkan, mulai pasar, kemudian kafe, warung, UMKM, kedai, kemudian juga hotel, beberapa tempat. Kemudian akses, sangat penting sekali. Akses terutama jalan darat,” ujar Tito. Pernyataan ini menegaskan peran akses dalam pemulihan usaha. Konektivitas menjadi prasyarat kebangkitan ekonomi.

Sinergi Lintas Sektor di Lapangan

Kerja sama lintas sektor menjadi fondasi pemulihan di wilayah terdampak. Keterlibatan pemerintah pusat dan daerah mempercepat koordinasi. Dukungan aparat keamanan membantu kelancaran rehabilitasi.

Sinergi ini memastikan perbaikan fisik sejalan dengan pemulihan ekonomi. Pasar yang pulih memerlukan akses yang baik agar distribusi berjalan. Dengan koordinasi yang solid, hambatan di lapangan dapat diatasi.

Penguatan kolaborasi terus dilakukan untuk mengejar target pemulihan menyeluruh. Setiap sektor diharapkan bergerak serempak. Pendekatan terpadu mempercepat kembalinya aktivitas ekonomi.

Harapan Pemulihan Menyeluruh

Kebangkitan pasar rakyat di Sumatra menjadi simbol ketangguhan sosial ekonomi masyarakat. Aktivitas dagang yang kembali hidup memberi sinyal pemulihan pendapatan warga. Simbol ini menguatkan optimisme pemulihan pascabencana.

Pemerintah menegaskan komitmen untuk memastikan setiap sektor pulih menyeluruh. Pemulihan pasar, infrastruktur, dan UMKM diharapkan saling menguatkan. Dengan langkah terpadu, roda ekonomi dapat kembali berputar normal.

Upaya pemulihan terus dilanjutkan agar stabilitas ekonomi terjaga. Penguatan akses dan fasilitas pasar menjadi agenda lanjutan. Dengan konsistensi kebijakan, pemulihan ekonomi Sumatra diharapkan berkelanjutan.

Terkini