Penguatan Energi Gas Demi Stabilitas Industri Jawa Timur

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:27:12 WIB
Penguatan Energi Gas Demi Stabilitas Industri Jawa Timur

JAKARTA - Upaya menjaga keandalan penyaluran gas bumi di Jawa Timur menjadi fokus utama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi. 

Penyesuaian suplai gas pada awal 2026 mendorong penguatan koordinasi lintas pemangku kepentingan agar distribusi tetap berjalan optimal. Langkah ini diambil demi menjamin keberlanjutan aktivitas industri dan kebutuhan masyarakat.

Penyesuaian pasokan gas terjadi seiring adanya kegiatan pemeliharaan fasilitas pemasok di sisi hulu. Kondisi tersebut berdampak pada keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan gas bumi di wilayah Jawa Timur. Oleh karena itu, diperlukan pengaturan kuota penyaluran agar seluruh sektor tetap terlayani.

Koordinasi Lintas Sektor Terus Diperkuat

BPH Migas mendorong rapat koordinasi sebagai langkah strategis dalam menyikapi dinamika pasokan gas. Forum ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari regulator hingga pelaku usaha gas bumi. Sinergi tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas distribusi energi.

“Rapat koordinasi ini kami dorong untuk mempercepat penyelesaian pemeliharaan, mengoptimalkan penyaluran, dan menjaga keandalan pasokan gas bagi industri strategis agar dampak terhadap aktivitas ekonomi bisa diminimalkan,” ujar Wahyudi. 

Pernyataan tersebut menegaskan komitmen menjaga kelangsungan sektor strategis. Koordinasi juga diarahkan agar solusi dapat segera diterapkan.

Peserta koordinasi berasal dari sektor kelistrikan, pupuk, badan usaha niaga, serta transporter gas bumi. Keterlibatan seluruh pemangku kepentingan memungkinkan penyelarasan kebijakan dan teknis lapangan. Dengan demikian, potensi gangguan dapat ditekan sejak dini.

Perlindungan Pelanggan Prioritas dan Rumah Tangga

Dalam situasi penyesuaian pasokan, layanan gas bagi pelanggan kecil dan rumah tangga tetap menjadi prioritas. BPH Migas menegaskan distribusi ke segmen ini harus berjalan normal. Keandalan pasokan bagi masyarakat dinilai sebagai aspek yang tidak bisa dikompromikan.

Selain rumah tangga, pelanggan industri strategis juga mendapatkan perhatian khusus. Monitoring harian dilakukan secara ketat oleh pemasok, transporter, dan badan usaha niaga. Langkah ini bertujuan mencegah terhentinya proses produksi akibat gangguan suplai gas.

“Tujuannya memastikan tidak ada gangguan pada pelanggan industri yang bisa menyebabkan proses produksi terhenti,” katanya. Pernyataan tersebut menekankan pentingnya kesinambungan pasokan bagi roda perekonomian. Upaya preventif terus diintensifkan di seluruh rantai distribusi.

Tata Kelola Penyaluran Gas Lebih Akuntabel

Pengaturan penyaluran gas bumi di Jawa Timur dijalankan dengan pendekatan terkoordinasi. Sinergi antara pemasok hulu, transporter, badan usaha niaga, hingga pengguna akhir terus diperkuat. Pola ini dinilai efektif menjaga keseimbangan kepentingan seluruh pihak.

BPH Migas menekankan prinsip akuntabel, adil, dan transparan dalam pemanfaatan gas bumi. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mencegah ketimpangan distribusi. Setiap keputusan penyaluran mempertimbangkan kepentingan bersama.

“Kami berharap pemanfaatan gas bumi di Jawa Timur tetap mengedepankan prinsip akuntabel, adil, dan transparan, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan,” tegasnya. Prinsip tersebut menjadi landasan dalam setiap kebijakan pengaturan. Dengan tata kelola yang baik, kepercayaan pemangku kepentingan dapat terjaga.

Infrastruktur Gas Jadi Penopang Keandalan

Keberadaan infrastruktur gas yang terintegrasi menjadi faktor penting dalam menjaga pasokan. PGN memiliki jaringan pipa gas di Jawa Timur dan Jawa Tengah yang saling terhubung. Infrastruktur ini memungkinkan optimalisasi berbagai sumber pasokan gas.

Pemanfaatan jaringan pipa terintegrasi memberikan fleksibilitas dalam distribusi gas. Kebutuhan pelanggan lintas sektor dapat diakomodasi secara lebih merata. Hal ini membantu menjaga kontinuitas pasokan meskipun terjadi penyesuaian suplai.

“Ada upaya bersama untuk mencari solusi, sehingga kebutuhan gas industri, UMKM, komersial, hingga rumah tangga tetap terpenuhi secara kontinyu. Reliability penyaluran tetap kami jaga,” ujarnya. Pernyataan ini mencerminkan komitmen menjaga keandalan sistem. Sinergi operasional menjadi kunci keberhasilan.

Langkah Antisipatif Selama Masa Pemeliharaan

Pertamina Gas menyiapkan langkah antisipatif selama masa pemeliharaan fasilitas pemasok. Skema back up penyaluran disusun untuk menjaga pasokan tetap tersedia. Fokus utama diarahkan pada pelanggan prioritas.

Pemenuhan kebutuhan jaringan gas rumah tangga menjadi perhatian utama. Wilayah seperti Mojokerto dan Sidoarjo masuk dalam prioritas pengamanan suplai. Selain itu, fasilitas umum seperti rumah sakit juga dijaga pasokannya.

Rapat koordinasi ini melibatkan berbagai instansi terkait. Kehadiran regulator, pelaku usaha, dan pengguna gas mencerminkan pendekatan kolaboratif. Dengan sinergi tersebut, keandalan penyaluran gas bumi di Jawa Timur diharapkan tetap terjaga secara berkelanjutan.

Terkini

Kebijakan Sementara Amankan Logistik Transportasi Sungai

Rabu, 04 Februari 2026 | 14:44:57 WIB

BPBD Papua Pegunungan Salurkan Logistik Korban Kebakaran

Rabu, 04 Februari 2026 | 14:44:57 WIB

Inovasi Petani Gunung Maddah Dorong Ekonomi Berkelanjutan

Rabu, 04 Februari 2026 | 14:44:56 WIB

Pengawasan Ombudsman Diperkuat Lewat Partisipasi Petani

Rabu, 04 Februari 2026 | 14:44:56 WIB

Perbankan Optimistis Sambut 2026 dengan Modal Kuat

Rabu, 04 Februari 2026 | 14:44:56 WIB