Jalan Cepat Lebih Efektif Menjaga Kesehatan Jantung Optimal

Selasa, 27 Januari 2026 | 15:35:08 WIB
Jalan Cepat Lebih Efektif Menjaga Kesehatan Jantung Optimal

JAKARTA - Banyak orang menganggap jalan kaki santai sudah cukup untuk menjaga kesehatan jantung. 

Aktivitas ini memang mudah dilakukan dan sering direkomendasikan sebagai kebiasaan sehat harian.

Namun, tidak semua bentuk jalan kaki memberikan dampak optimal bagi jantung. Intensitas dan cara melakukannya menjadi faktor penentu manfaat yang dihasilkan.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan Fahmi Idrus Shahab menegaskan bahwa ada perbedaan besar antara jalan kaki biasa dan jalan kaki yang benar-benar menyehatkan jantung.

Perbedaan Jalan Kaki Santai Dan Jalan Cepat

Fahmi menjelaskan bahwa jalan kaki pada dasarnya memiliki manfaat bagi tubuh. Namun, efektivitasnya terhadap kesehatan jantung bergantung pada kecepatan dan intensitas.

"Jalan kaki memang baik, betul baik. Pasti ada kebaikannya, tapi kalau dibilang efektif apa enggak untuk kesehatan jantung, itu kurang efektif," tutur Fahmi.

Menurutnya, jalan kaki yang memberikan manfaat nyata bagi jantung adalah jalan kaki cepat atau jogging dengan ritme yang terkontrol.

Rekomendasi Aktivitas Fisik Untuk Jantung Sehat

Aktivitas yang disarankan untuk kesehatan jantung bukanlah sekadar bergerak, melainkan olahraga dengan intensitas tertentu yang memicu kerja jantung lebih optimal.

"Yang disarankan adalah kita jalan kakinya agak cepet ya atau jogging," saran Fahmi.

Dengan meningkatkan intensitas, jantung akan terlatih memompa darah lebih efisien sehingga risiko penyakit kardiovaskular dapat ditekan.

Durasi Olahraga Ideal Setiap Minggu

Selain intensitas, durasi olahraga juga memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan jantung. Fahmi mengingatkan agar masyarakat tidak asal berolahraga tanpa memperhatikan waktu.

Ia menyampaikan bahwa durasi olahraga ideal mengikuti rekomendasi internasional, yakni minimal 150 menit dalam satu minggu.

"Jalan kaki cepat 30 menit per hari atau 150 menit per minggu. Itu minimal ya. Disarankan 150 sampai 300 menit per minggu," lanjut Fahmi.

Pentingnya Memantau Detak Jantung Saat Olahraga

Salah satu aspek krusial saat berolahraga adalah memperhatikan heart rate atau detak jantung. Hal ini menentukan apakah olahraga sudah berada di zona yang aman dan efektif.

Detak jantung maksimal dapat dihitung dengan rumus sederhana, yakni 220 dikurangi usia. Misalnya, usia 25 tahun memiliki detak jantung maksimal 195 kali per menit.

"Jadi kalau kita jogging nih, misalnya dari hasil perhitungan heart rate 140 kali per menit. Jadi ya dijaga agar heart rate di angka itu," kata Fahmi.

Mengatur Intensitas Agar Manfaat Optimal

Mengontrol heart rate penting agar tubuh tidak bekerja terlalu keras saat berolahraga. Jika detak jantung melebihi batas, disarankan untuk menurunkan intensitas.

Detak jantung yang terlalu tinggi dapat menimbulkan kelelahan berlebih dan berisiko bagi kesehatan jantung.

"Jadi, memang ada pengukuran tertentu yang baru menimbulkan kebaikan untuk jantung. Kalau misalnya terlalu lambat, enggak terlalu efektif," tutur Fahmi.

Pilihan Olahraga Lain Pendukung Kesehatan Jantung

Selain jalan cepat, terdapat berbagai olahraga lain dengan intensitas sedang yang juga bermanfaat bagi jantung. Aktivitas ini bisa menjadi alternatif bagi yang bosan berjalan kaki.

Beberapa olahraga tersebut meliputi aerobik air, menari, berkebun, tenis ganda, serta bersepeda dengan kecepatan kurang dari 16 kilometer per jam.

Untuk intensitas tinggi, aktivitas seperti mendaki bukit, berlari, berenang beberapa putaran, menari aerobik energik, bersepeda lebih dari 16 kilometer per jam, hingga lompat tali dapat menjadi pilihan sesuai kemampuan tubuh.

Terkini

Negara Eropa Percepat Kolaborasi Energi Angin Lepas Pantai

Selasa, 27 Januari 2026 | 18:00:32 WIB

Penjualan REC PLN Naik Didorong Komitmen Energi Bersih

Selasa, 27 Januari 2026 | 18:00:32 WIB

Temuan Minyak Baru ENRG Perkuat Prospek Energi Nasional

Selasa, 27 Januari 2026 | 18:00:31 WIB

Pertamina Dan Polda Banten Perkuat Pasokan BBM Operasional

Selasa, 27 Januari 2026 | 18:00:31 WIB