Menbud Fadli Zon Serahkan Bantuan bagi Pegiat Seni Korban Banjir Situbondo

Senin, 26 Januari 2026 | 10:22:31 WIB
Menbud Fadli Zon Serahkan Bantuan bagi Pegiat Seni Korban Banjir Situbondo

JAKARTA - Bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, tidak hanya merusak ribuan rumah warga, tetapi juga memukul keberlangsungan aktivitas seni dan budaya masyarakat setempat. Sejumlah pegiat seni kehilangan peralatan utama mereka akibat terendam lumpur dan air bah. 

Dalam situasi tersebut, perhatian terhadap pelaku seni menjadi bagian penting dari pemulihan sosial dan kultural di wilayah terdampak bencana.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon turun langsung ke lokasi banjir untuk memberikan dukungan kepada pegiat seni yang terdampak. Kunjungan tersebut menjadi simbol kehadiran negara dalam memastikan bahwa pelaku budaya, yang selama ini berperan menjaga tradisi dan kesenian daerah, tidak terabaikan di tengah situasi darurat.

Menbud Tinjau Langsung Kondisi Pegiat Seni Terdampak

Menteri Kebudayaan Fadli Zon, didampingi Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan makanan siap saji kepada pasangan suami istri pegiat seni, Dwi Bayu Prasetyanto dan Diny Tri Prastini. Penyerahan bantuan dilakukan di Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, Minggu.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Fadli Zon menyampaikan empati atas musibah yang menimpa keluarga pegiat seni tersebut. Ia juga menanyakan langsung kondisi alat musik yang biasa digunakan untuk kegiatan seni tari.

"Sabar ya bapak ibu, alat musiknya terkena banjir," kata Menbud Fadli Zon sembari menanyakan kondisi alat musik milik pegiat seni di bidang tari itu.

Kehadiran Menteri Kebudayaan di lokasi terdampak diharapkan dapat memberikan semangat bagi para pegiat seni agar tetap bangkit dan melanjutkan aktivitas keseniannya setelah bencana berlalu.

Kesaksian Pegiat Seni Saat Banjir Melanda Rumah

Di hadapan Menteri Fadli Zon, Diny Tri Prastini menceritakan peristiwa banjir bandang yang menerjang rumahnya. Banjir tersebut terjadi akibat luapan air Sungai Lubawang pada Rabu, 21 Januari 2026 malam, yang datang secara tiba-tiba dengan membawa material lumpur.

"Banjir air bercampur lumpur masuk ke dalam rumah, dan ketinggian air sekitar 50 centimeter, dan alat musik yang kami miliki juga dipenuhi lumpur," kata Diny.

Menurut Diny, peralatan musik yang selama ini digunakan untuk mendukung aktivitas seni tari mengalami kerusakan akibat terendam air dan lumpur. Kondisi tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga menghambat aktivitas berkesenian yang menjadi sumber penghidupan sekaligus sarana pelestarian budaya.

Ribuan Rumah Warga Terdampak Banjir Bandang

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo mencatat bahwa banjir bandang yang terjadi pada Rabu, 21 Januari 2026 malam berdampak pada 7.435 unit rumah warga. Rumah-rumah tersebut tersebar di enam kecamatan yang terdampak luapan sejumlah sungai akibat hujan dengan intensitas tinggi.

Wilayah yang mengalami dampak paling parah akibat luapan Sungai Lubawang adalah Kecamatan Banyuglugur. Di kecamatan ini, sebanyak 1.271 unit rumah terdampak banjir. Rinciannya meliputi Desa Kalianget sebanyak 1.065 rumah, Desa Banyuglugur 65 rumah, Desa Lubawang 140 rumah, serta Desa Tepos satu rumah.

Selain Banyuglugur, Kecamatan Besuki juga mengalami dampak yang signifikan. Sebanyak 5.414 rumah di kecamatan tersebut terdampak banjir, yang tersebar di Desa Pesisir 2.822 rumah, Desa Kalimas 238 rumah, Desa Demung 44 rumah, Desa Besuki 2.306 rumah, dan Desa Bloro empat rumah.

Dampak Meluas ke Sejumlah Kecamatan Lain

Hujan dengan intensitas tinggi pada Rabu, 21 Januari 2026 tidak hanya menyebabkan Sungai Lubawang meluap, tetapi juga mengakibatkan beberapa aliran sungai lainnya meluap dan menggenangi pemukiman warga. Di Desa Mlandingan Wetan, Kecamatan Bungatan, tercatat sebanyak 113 rumah warga terendam banjir.

Sementara itu, di Kecamatan Mlandingan, sebanyak 402 unit rumah terdampak banjir. Rumah-rumah tersebut tersebar di Desa Selomukti sebanyak 305 rumah dan Desa Mlandingan Kulon sebanyak 97 rumah. Dampak banjir juga terjadi di Desa dan Kecamatan Kendit dengan total 227 rumah terdampak, serta di Desa Curah Suri, Kecamatan Jatibanteng, sebanyak delapan rumah.

Kondisi ini menunjukkan luasnya wilayah yang terdampak bencana, sehingga upaya penanganan membutuhkan sinergi lintas sektor, baik dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, maupun berbagai elemen masyarakat.

Dukungan bagi Pemulihan Sosial dan Budaya

Bantuan yang diserahkan kepada pegiat seni terdampak banjir merupakan bagian dari upaya pemulihan sosial pascabencana. Selain pemenuhan kebutuhan dasar, perhatian terhadap keberlangsungan aktivitas seni dan budaya dinilai penting agar kehidupan masyarakat dapat kembali berjalan secara utuh.

Kehadiran Menteri Kebudayaan di tengah masyarakat terdampak banjir menjadi bentuk dukungan moral bagi pelaku seni, sekaligus penegasan bahwa sektor kebudayaan tetap mendapat perhatian dalam situasi krisis. Diharapkan, bantuan tersebut dapat meringankan beban pegiat seni dan membantu mereka bangkit untuk kembali berkarya setelah bencana banjir bandang melanda Situbondo.

Terkini