JAKARTA - Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A terus menunjukkan percepatan, bahkan progresnya telah melampaui target awal pada akhir 2025.
Dalam situasi tersebut, keterlibatan perusahaan konstruksi nasional menjadi semakin penting, termasuk PT Wijaya Karya Beton Tbk. (WTON). Selain berperan sebagai penyedia material, WIKA Beton juga membawa nilai tambah melalui kolaborasi internasional dengan Larsen & Toubro Limited.
Dengan nilai kontrak Rp409 miliar, WIKA Beton mengambil posisi strategis pada Paket CP205 yang mencakup instalasi jalur lintasan dan sistem kelistrikan. Keterlibatan ini tidak hanya memperkuat jalannya proyek, tetapi juga membuktikan kapabilitas perusahaan lokal dalam mengerjakan proyek infrastruktur kompleks berstandar global.
WIKA Beton dan Peran Strategis di MRT Jakarta Fase 2A
PT Wijaya Karya Beton Tbk. (WTON) atau WIKA Beton bermitra dengan Larsen & Toubro Limited untuk mengerjakan sistem perkeretaapian dan jalur lintasan MRT Jakarta Fase 2A Paket CP205.
Proyek ini dilaksanakan guna mendukung Sojitz Corporation Ltd selaku kontraktor utama pada paket pekerjaan senilai Rp409 miliar. Dalam pengerjaan Paket CP205, entitas anak PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) ini menangani lingkup pekerjaan penyediaan bantalan jalan rel, produksi beton siap pakai atau ready-mix, serta instalasi jalur lintasan kereta.
Selain infrastruktur jalur, perseroan juga terlibat dalam instalasi gardu induk, sistem distribusi tenaga listrik, instalasi Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), hingga kabel tegangan tinggi bawah tanah 150 kV.
Lingkup Pekerjaan Paket CP205 oleh WIKA Beton
Dalam pengerjaan Paket CP205, entitas anak PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) ini menangani lingkup pekerjaan penyediaan bantalan jalan rel, produksi beton siap pakai atau ready-mix, serta instalasi jalur lintasan kereta. Selain infrastruktur jalur, perseroan juga terlibat dalam instalasi gardu induk, sistem distribusi tenaga listrik, instalasi Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), hingga kabel tegangan tinggi bawah tanah 150 kV.
Pekerjaan tersebut menunjukkan bahwa peran WTON tidak hanya sekadar pekerjaan sipil, tetapi juga mencakup sistem kelistrikan dan teknologi kendali yang krusial dalam operasional perkeretaapian modern.
Kolaborasi Internasional sebagai Bukti Kapabilitas
Sekretaris Perusahaan WIKA Beton Yushadi menyampaikan bahwa keterlibatan perseroan dalam proyek tersebut mencakup aspek teknis infrastruktur dan sistem kelistrikan perkeretaapian. “Kolaborasi dengan Larsen & Toubro Limited membuktikan kapabilitas WIKA Beton dalam menangani proyek infrastruktur kompleks dengan standar internasional,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa WTON bukan hanya sekadar kontraktor lokal, tetapi juga mampu bekerja dengan standar global dalam proyek-proyek strategis nasional.
Progres MRT Jakarta Fase 2A yang Terus Melaju
Hingga Desember 2025, progres kumulatif pembangunan MRT Jakarta Fase 2A telah mencapai 55,89%, melampaui target awal sebesar 53,29%. Secara spesifik, progres pada Paket CP205 tercatat telah menyentuh level 31,48%. Proyek Fase 2A ini menghubungkan Stasiun Bundaran HI hingga Stasiun Kota dengan panjang mencapai 5,8 kilometer.
Pembangunan mencakup tujuh stasiun bawah tanah, yakni Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota, yang ditargetkan rampung sepenuhnya pada 2029. Pencapaian progres ini menunjukkan bahwa proyek MRT Jakarta terus berjalan sesuai rencana, dan keterlibatan perusahaan seperti WIKA Beton menjadi salah satu pendorong percepatan.
Dukungan WIKA Beton pada Infrastruktur Rendah Emisi
Manajemen WTON menyatakan bahwa partisipasi dalam pengembangan transportasi publik berbasis rel ini sejalan dengan komitmen perusahaan terhadap aspek environmental, social, and governance (ESG). Proyek tersebut juga diharapkan dapat menjadi penciptaan nilai berkelanjutan bagi perseroan melalui dukungan terhadap infrastruktur rendah emisi.
Dengan menghadirkan sistem transportasi publik yang lebih ramah lingkungan, WIKA Beton tidak hanya mengerjakan proyek konstruksi, tetapi juga berkontribusi pada upaya pengurangan emisi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat kota.