Bulog Madiun Salurkan 482 Ribu Liter Minyakita ke Pedagang Pasar

Minggu, 25 Januari 2026 | 11:51:28 WIB
Bulog Madiun Salurkan 482 Ribu Liter Minyakita ke Pedagang - Pengecer Pasar

JAKARTA - Perum Bulog Kantor Cabang Madiun, Jawa Timur, mengambil langkah strategis untuk menstabilkan harga minyak goreng di pasaran. 

Ketimbang menunggu melalui jalur distribusi panjang yang kerap membuat harga naik, Bulog Madiun memilih menyalurkan 482 ribu liter Minyakita langsung ke pedagang dan pengecer. Strategi ini bertujuan memangkas alur distribusi sehingga harga jual di pasar bisa sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan tetap stabil.

Dalam praktiknya, penyaluran Minyakita ini dilakukan di pasar-pasar tradisional di tiga kabupaten/kota yang menjadi wilayah kerja Bulog Madiun, yakni Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Ngawi. 

Keputusan ini dilakukan karena pasar tradisional menjadi pusat pembelian kebutuhan sehari-hari masyarakat, sehingga stabilitas harga di area ini akan sangat berdampak bagi daya beli masyarakat.

Penyaluran Sudah Dimulai, Jumlah Awal Sudah Tercapai

Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Madiun, Agung Sarianto, menyampaikan bahwa penyaluran Minyakita sudah mulai berjalan. Hingga saat ini, jumlah yang telah disalurkan di wilayah Bulog Madiun mencapai 12 ribu liter, dan khusus di Kota Madiun sudah mencapai sekitar 7 ribu liter.

“Penyaluran Minyakita langsung ke pedagang maupun pengecer di Bulog Madiun sudah mulai dilakukan. Hingga saat ini jumlah yang telah disalurkan di wilayah Bulog Madiun mencapai 12 ribu liter dan khusus di Kota Madiun sekitar 7 ribu liter,” ujar Agung.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa program penyaluran sudah berjalan dan akan terus ditingkatkan hingga target terpenuhi.

Harga Jual Minyakita dari Bulog hingga ke Konsumen

Untuk menjaga harga tetap sesuai ketentuan, Bulog menetapkan harga jual Minyakita ke pedagang sebesar Rp14.500 per liter. Selanjutnya, pedagang diwajibkan menjual kembali dengan harga maksimal sesuai HET, yaitu Rp15.700 per liter.

Dengan mekanisme harga yang jelas, diharapkan pedagang tidak menjual di atas HET. “Dengan demikian pedagang dapat menjual dengan harga sesuai HET demi menjaga stabilitas harga dan pasokan, utamanya menjelang Ramadhan 1447 H,” kata Agung.
Peran pedagang di sini menjadi kunci, karena mereka menjadi penghubung langsung dengan konsumen.

Target Penyaluran hingga Februari 2026

Program penyaluran Minyakita ini memiliki target yang cukup besar. Bulog Madiun menargetkan penyaluran 482 ribu liter langsung ke pedagang dapat selesai pada Februari 2026. Target ini ditetapkan agar pasokan minyak goreng tetap aman dan stabil ketika kebutuhan masyarakat meningkat, terutama pada momen Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H.

Upaya ini juga merupakan bentuk antisipasi terhadap lonjakan permintaan yang biasanya terjadi pada periode tersebut. Dengan ketersediaan pasokan yang cukup, diharapkan harga di pasaran tidak mengalami kenaikan tajam dan masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan minyak goreng dengan harga terjangkau.

Persyaratan Ketat Agar Penyaluran Tepat Sasaran

Agar penyaluran Minyakita tepat sasaran dan tidak disalahgunakan, Bulog menetapkan beberapa persyaratan bagi pedagang. Pedagang diwajibkan menyertakan NPWP, NIB, serta menandatangani pakta integritas yang menyatakan kesediaan menjual sesuai HET. Selain itu, pedagang juga harus mengisi aplikasi SIMIRAH (Sistem Informasi Minyak Goreng Curah).

Persyaratan ini dimaksudkan untuk menjaga keberlanjutan pasokan, baik dari pihak pedagang maupun Bulog dari pusat. Dengan data yang jelas, distribusi dapat lebih terkontrol dan transparan.

Edukasi Pedagang Jadi Kunci Stabilitas Harga

Tidak hanya penyaluran, Bulog Madiun juga aktif memberikan edukasi kepada pedagang agar menjual Minyakita sesuai HET. Langkah ini penting karena stabilitas harga tidak hanya ditentukan dari pasokan, tetapi juga dari perilaku pedagang di lapangan.

Dengan penyaluran langsung dan edukasi yang berkelanjutan, Bulog Madiun berharap stabilitas harga sesuai HET dapat terjaga. Selain itu, pasokan minyak goreng di pasaran juga diharapkan tetap aman, terutama menjelang momentum Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H.

Terkini