Wamenkomdigi: Pemulihan Jaringan Telekomunikasi Aceh Pascabencana Tembus 99 Persen

Jumat, 23 Januari 2026 | 12:47:41 WIB
Wamenkomdigi: Pemulihan Jaringan Telekomunikasi Aceh Pascabencana Tembus 99 Persen

JAKARTA - Pemulihan infrastruktur digital menjadi fondasi penting dalam fase tanggap darurat dan pemulihan pascabencana. 

Di Aceh, upaya tersebut kini memasuki tahap krusial setelah jaringan telekomunikasi yang terdampak banjir dan tanah longsor dilaporkan hampir sepenuhnya kembali normal. Pemerintah memastikan bahwa konektivitas digital yang stabil bukan sekadar layanan pendukung, melainkan kebutuhan utama masyarakat untuk mengakses informasi, berkomunikasi, dan menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengungkapkan bahwa tingkat pemulihan jaringan telekomunikasi di Provinsi Aceh telah mencapai sekitar 99%. Capaian ini menunjukkan percepatan signifikan dibandingkan kondisi awal pascabencana, sekaligus menjadi indikator membaiknya situasi layanan publik berbasis digital di wilayah terdampak.

“Dan laporan dari lapangan menunjukkan bahwa uptime jaringan telekomunikasi yang ada saat ini sekitar 99% yang ada di Aceh,” kata Nezar usai diskusi bertajuk Infrastruktur Digital & Ketahanan Warga Pascabencana di Aceh, yang digelar di Perpustakaan Komdigi.

Konektivitas Digital Jadi Prioritas Pemulihan Pascabencana

Nezar menjelaskan, pemulihan jaringan dilakukan sesuai tugas pokok dan fungsi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), yakni memastikan layanan telekomunikasi dapat kembali beroperasi normal secepat mungkin di wilayah terdampak bencana. Langkah tersebut mencakup perbaikan infrastruktur, pemulihan pasokan listrik, hingga koordinasi dengan operator seluler di lapangan.

Menurut Nezar, proses pemulihan tidak hanya difokuskan pada pusat-pusat kota, tetapi juga mencakup wilayah kabupaten yang terdampak cukup berat. Upaya tersebut dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan, aksesibilitas lokasi, serta kondisi keselamatan petugas di lapangan.

“Overall di Aceh jaringan telekomunikasi sudah membaik seiring dengan membaiknya pasokan listrik,” ujarnya.

Masih Ada Wilayah dengan Pemulihan Bertahap

Meski secara umum hampir seluruh jaringan telah kembali normal, Nezar mengakui masih terdapat beberapa wilayah yang tingkat pemulihannya belum sepenuhnya optimal. Di Kabupaten Aceh Tamiang, misalnya, tingkat uptime jaringan saat ini berada di kisaran 92%. Sementara itu, Aceh Tengah telah mencatatkan pemulihan sekitar 96%.

Adapun di Kabupaten Gayo Lues, pemulihan jaringan masih terus ditingkatkan meski kondisi konektivitas di wilayah tersebut telah berada di atas 90%. Menurut Nezar, tantangan utama di wilayah-wilayah ini berkaitan dengan kondisi geografis serta dampak kerusakan infrastruktur akibat banjir dan longsor.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa sebagian besar base transceiver station (BTS) di Aceh telah kembali beroperasi. Hanya segelintir BTS yang mengalami kerusakan teknis cukup serius dan membutuhkan penanganan lanjutan.

“Nah itu nanti kita akan coba atasi tidak banyak, kalau nggak salah ada sekitar tiga titik,” kata Nezar.

Pemulihan di Sumatra Capai Lebih dari 98 Persen

Selain Aceh, kondisi jaringan telekomunikasi di wilayah Sumatra lainnya juga menunjukkan tren pemulihan yang sangat positif. Nezar menyebutkan bahwa tingkat pemulihan konektivitas di wilayah Sumatra secara umum telah berada di atas 98%.

Sebelumnya, Komdigi melaporkan bahwa pada 22 Desember 2025, tingkat pemulihan konektivitas di Aceh masih berada di angka 80%, meningkat dari 73% pada 19 Desember 2025. Sementara itu, Sumatra Utara tercatat telah mencapai pemulihan sekitar 97%, dan Sumatra Barat bahkan sudah menyentuh 99%.

Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Komdigi, Fifi Aleyda Yahya, mengatakan bahwa pemerintah pada saat itu memfokuskan percepatan pemulihan jaringan di wilayah Aceh yang terdampak paling berat.

“Saat ini yang memang masih kami akan fokus kerjanya untuk pemulihan [di Aceh] itu ada di wilayah Aceh Tamiang, kemudian di wilayah Gayo Lues, dan di wilayah Bener Meriah,” kata Fifi dalam kegiatan pengiriman bantuan logistik di Cargo Bandara Halim Perdanakusuma.

Dukungan Logistik dan Peran Operator Telekomunikasi

Fifi menegaskan bahwa percepatan pemulihan pascabencana merupakan mandat langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Untuk mendukung upaya tersebut, Komdigi bersama PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) telah mengirimkan berbagai bantuan ke wilayah terdampak.

Bantuan tersebut meliputi 100 unit genset, 500 unit handphone, 50 unit baterai, serta 50 unit rectifier. Pengiriman ini merupakan bantuan keempat yang dilakukan secara kolaboratif oleh Komdigi dan Telkomsel.

Director of Human Capital Management Telkomsel, Indrawan Ditapradana, menjelaskan bahwa pengiriman genset bertujuan untuk mempercepat pemulihan BTS yang masih mengalami kendala pasokan listrik, sekaligus menyediakan cadangan daya.

Selain itu, genset tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari, seperti pengisian daya perangkat komunikasi. Adapun 500 unit handphone disalurkan kepada tim pemulihan bencana dan masyarakat terdampak yang kehilangan atau mengalami kerusakan perangkat akibat banjir.

“Karena di sana pasti ada handphone yang mungkin terkena banjir, kemudian hilang. Ini kita juga upayakan untuk membantu saudara-saudara kita,” ujar Indrawan.

Ia menegaskan Telkomsel bersama Komdigi akan terus berupaya memastikan layanan komunikasi di wilayah terdampak bencana dapat kembali berjalan normal secepat mungkin, seiring dengan upaya pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat Aceh.

Terkini