Indonesia Aljazair Perkuat Kerja Sama Fosfat Demi Pupuk Terjangkau Nasional

Kamis, 22 Januari 2026 | 09:29:36 WIB
Indonesia Aljazair Perkuat Kerja Sama Fosfat Demi Pupuk Terjangkau Nasional

JAKARTA - Upaya pemerintah menjaga keterjangkauan harga pupuk bagi petani terus diperkuat melalui langkah strategis di sektor hulu. 

Salah satu langkah terbaru diwujudkan lewat kerja sama antara Indonesia dan Aljazair untuk mengamankan pasokan fosfat, bahan baku utama pupuk, yang selama ini berpengaruh besar terhadap struktur biaya produksi.

Kolaborasi ini melibatkan PT Pupuk Indonesia (Persero) dengan perusahaan tambang fosfat Aljazair, Somiphos, anak usaha Grup Sonarem. Melalui kerja sama tersebut, Indonesia berharap dapat menekan biaya produksi pupuk sehingga harga pupuk bagi petani tetap terjangkau dan ketersediaannya terjamin dalam jangka panjang.

Langkah Strategis Menekan Biaya Produksi Pupuk

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan bahwa kerja sama fosfat dengan Aljazair merupakan langkah konkret untuk memperkuat industri pupuk nasional dari sisi hulu. Menurutnya, ketergantungan terhadap impor bahan baku selama ini menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga pupuk di tingkat petani.

“Kerja sama fosfat dengan Aljazair ini adalah langkah konkret untuk memperkuat hulu industri pupuk nasional agar biaya produksi bisa ditekan dan harga pupuk bagi rakyat menjadi lebih murah,” ujar Sudaryono.

Ia menilai bahwa pengamanan pasokan bahan baku strategis seperti fosfat menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan industri pupuk nasional sekaligus mendukung ketahanan pangan Indonesia.

Penandatanganan MoU di Aljazair

Kesepakatan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Aljir, Aljazair, Selasa, 20 Januari 2026. MoU ditandatangani oleh Direktur Utama Somiphos Mokhtar Lakhal dan Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi.

Penandatanganan itu disaksikan langsung oleh Menteri Negara sekaligus Menteri Energi dan Pertambangan Aljazair Mohamed Arkab. Sejumlah pejabat tinggi dari kedua negara turut hadir, termasuk Duta Besar Republik Indonesia untuk Aljazair serta jajaran pimpinan Grup Sonarem.

Kerja sama ini mencerminkan komitmen kedua negara untuk membangun kemitraan yang saling menguntungkan, khususnya dalam mendukung sektor pertanian dan industri pupuk.

Fosfat sebagai Bahan Baku Strategis

Dalam kesepakatan tersebut, kedua pihak sepakat melakukan kajian dan pengembangan peluang pasokan fosfat dari Aljazair untuk memenuhi kebutuhan industri pupuk nasional. Selain itu, kerja sama juga mencakup penjajakan investasi bersama di bidang penambangan dan pengolahan fosfat.

Fosfat merupakan salah satu bahan baku strategis dalam produksi pupuk, terutama pupuk fosfat yang berperan penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Ketersediaan fosfat yang stabil dan terjangkau diyakini akan berdampak langsung pada efisiensi industri pupuk nasional.

Sudaryono menekankan bahwa kemitraan jangka menengah dan panjang dengan negara produsen fosfat sangat penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasar global yang fluktuatif.

“Dengan memperluas sumber bahan baku dan membangun kemitraan strategis yang saling menguntungkan, kita tidak hanya menjaga keberlanjutan industri pupuk nasional, tetapi juga menjalankan amanat Presiden untuk melindungi petani sebagai tulang punggung ketahanan pangan Indonesia,” ujarnya.

Ruang Lingkup Kerja Sama dan Tahapan Awal

Nota kesepahaman ini berlaku selama 18 bulan dan mencakup pelaksanaan studi pendahuluan bersama. Studi tersebut bertujuan menilai kelayakan teknis dan ekonomi proyek, termasuk pertukaran data dan pengembangan peluang kerja sama pada tahap awal industri pengolahan fosfat.

Hasil kajian diharapkan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan untuk kerja sama lanjutan yang lebih konkret, baik dalam bentuk investasi maupun pengembangan industri bersama. Pemerintah berharap langkah ini dapat menciptakan nilai tambah dan meningkatkan efisiensi industri pupuk nasional.

Secara lebih luas, kerja sama ini juga diarahkan untuk mendukung program pemerintah menuju swasembada pangan melalui ketersediaan pupuk yang cukup dan terjangkau.

Komitmen Pengamanan Pasokan Jangka Panjang

Dalam kesempatan yang sama, Sudaryono menjelaskan bahwa kunjungan kerja ke Aljazair pada 19–21 Januari dilakukan bersama jajaran manajemen Pupuk Indonesia sebagai bagian dari strategi pengamanan pasokan bahan baku pupuk.

“Kita ingin tidak hanya membeli bahan baku, tetapi juga menguasai sumbernya di negara asal dan mengembangkan industrinya. Dengan begitu, kita bisa menyediakan pupuk dengan kualitas yang lebih baik, volume yang cukup, dan harga yang bisa ditekan lebih lanjut,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung kebijakan pemerintah di sektor pangan.

“Pupuk Indonesia terus mendukung Pemerintah Indonesia dengan menjajaki kerja sama bersama mitra strategis dengan negara sahabat. Langkah ini penting untuk memastikan ketersediaan bahan baku sehingga pupuk dapat diproduksi dan disalurkan dengan harga yang terjangkau bagi petani Indonesia,” ujar Rahmad.

Melalui kerja sama ini, Indonesia berharap dapat membangun fondasi industri pupuk yang lebih kuat, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus memastikan kesejahteraan petani tetap terjaga.

Terkini