Astra International Siapkan Buyback Saham Rp 2 Triliun untuk Jaga Stabilitas Pasar 2026

Senin, 19 Januari 2026 | 11:38:56 WIB
Astra International Siapkan Buyback Saham Rp 2 Triliun untuk Jaga Stabilitas Pasar 2026

JAKARTA - Di tengah pergerakan pasar saham yang cenderung fluktuatif, PT Astra International Tbk (ASII) menyiapkan langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai saham perseroan. 

Emiten konglomerasi tersebut akan melaksanakan aksi korporasi berupa pembelian kembali saham atau buyback dengan nilai maksimal mencapai Rp 2 triliun. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam merespons kondisi pasar sekaligus memperkuat kepercayaan investor terhadap fundamental Astra.

Rencana buyback tersebut telah disampaikan secara resmi melalui keterbukaan informasi kepada publik. Astra menegaskan bahwa langkah ini telah mempertimbangkan kondisi keuangan perseroan serta ketentuan regulator pasar modal, sehingga tidak akan mengganggu operasional maupun rencana bisnis jangka panjang perusahaan.

Batas Maksimal Saham dan Ketentuan Free Float

Corporate Secretary Astra International, Gita Tiffany Boer, menjelaskan bahwa jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Ketentuan ini sejalan dengan aturan yang berlaku dan bertujuan menjaga struktur permodalan perusahaan tetap sehat.

Selain itu, Astra juga memastikan bahwa porsi saham beredar di publik atau free float tetap terjaga. Setelah pelaksanaan buyback, jumlah saham yang dimiliki publik tidak akan kurang dari 7,5 persen dari modal ditempatkan dan disetor. Dengan demikian, likuiditas saham ASII di pasar diharapkan tetap terjaga, sehingga tidak mengganggu aktivitas perdagangan saham oleh investor ritel maupun institusi.

“Pelaksanaan pembelian kembali saham tidak memiliki dampak negatif yang material terhadap kinerja keuangan maupun kegiatan usaha ASII,” ujar Gita.

Jadwal Buyback dan Sumber Pendanaan

Astra memperkirakan pelaksanaan buyback saham akan dimulai pada 19 Januari 2026 dan berlangsung hingga 25 Februari 2026. Rentang waktu tersebut memberikan fleksibilitas bagi perseroan untuk menyesuaikan pelaksanaan pembelian saham dengan kondisi pasar yang berkembang selama periode tersebut.

Dana yang digunakan untuk buyback sepenuhnya berasal dari kas internal perusahaan. Astra menegaskan bahwa pembelian kembali saham ini tidak menggunakan dana pinjaman maupun dana yang berasal dari hasil penawaran umum. Dengan struktur pendanaan tersebut, perseroan memastikan posisi keuangan tetap kuat dan rasio utang tidak terdampak oleh aksi korporasi ini.

Kebijakan menggunakan kas internal juga mencerminkan keyakinan manajemen terhadap kemampuan likuiditas perusahaan. Astra menilai bahwa arus kas yang dimiliki saat ini cukup untuk mendukung buyback saham tanpa mengorbankan kebutuhan investasi maupun belanja modal yang telah direncanakan sebelumnya.

Menjaga Stabilitas Harga Saham dan Kepercayaan Investor

Manajemen Astra menilai buyback saham menjadi salah satu instrumen efektif untuk menjaga stabilitas harga saham, terutama di tengah kondisi pasar yang penuh ketidakpastian. Fluktuasi pasar global, risiko geopolitik, serta dinamika ekonomi internasional kerap memengaruhi pergerakan indeks dan harga saham emiten besar, termasuk ASII.

Menurut Gita, aksi buyback ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan investor terhadap nilai fundamental perseroan. Dengan adanya pembelian kembali saham, perusahaan menunjukkan komitmen dalam menjaga nilai perusahaan sekaligus memberikan sinyal positif kepada pasar.

“Untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham serta mendukung upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas dan kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia, ASII berencana melakukan pembelian kembali saham,” tambah Gita.

Langkah ini juga dipandang sebagai bentuk dukungan terhadap stabilitas pasar modal nasional. Emiten berkapitalisasi besar seperti Astra memiliki peran penting dalam menjaga sentimen positif pasar, terutama pada saat terjadi tekanan eksternal yang dapat memicu volatilitas.

Fleksibilitas Pengelolaan Modal Jangka Panjang

Selain berdampak pada stabilitas harga saham, buyback juga memberikan fleksibilitas lebih besar bagi Astra dalam pengelolaan modal jangka panjang. Saham hasil pembelian kembali akan dicatat sebagai saham treasuri, yang dapat dimanfaatkan perseroan sesuai dengan kebutuhan di masa mendatang.

Saham treasuri tersebut dapat dijual kembali ke pasar apabila perusahaan membutuhkan tambahan modal, dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan valuasi saham yang optimal. Opsi ini memberikan ruang strategis bagi Astra untuk mengelola struktur permodalan secara lebih adaptif dan efisien.

Dengan fundamental bisnis yang kuat dan portofolio usaha yang terdiversifikasi, Astra menilai buyback saham sebagai langkah yang selaras dengan strategi jangka panjang perusahaan. Kebijakan ini tidak hanya berfokus pada respons jangka pendek terhadap kondisi pasar, tetapi juga mendukung penciptaan nilai berkelanjutan bagi pemegang saham.

Melalui rencana buyback senilai Rp 2 triliun ini, Astra International menegaskan posisinya sebagai emiten yang proaktif dalam menjaga kepercayaan pasar. Perseroan berharap langkah tersebut dapat memberikan dampak positif, baik bagi investor maupun bagi stabilitas pasar modal Indonesia secara keseluruhan.

Terkini